OPTIMALISASI PERAN BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN INOVASI DAERAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMALISASI PERAN BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN INOVASI DAERAH


Pengarang

ALFI RISKY RAHMANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maimun - 198104202010121003 - Dosen Pembimbing I
Nofriadi - 198911032017011101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 386 ayat (1) menyatakan bahwa dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah dapat melakukan inovasi. Dalam rangka meningkatkan inovasi daerah, Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (BAPPEDA) Kota Banda Aceh memiliki peran terkait dengan pelaksanaan, fasilitasi, serta pengelolaan inovasi daerah. Namun berdasarkan pengamatan, ditemukan masih belum optimalnya peran BAPPEDA Kota Banda Aceh dalam meningkatkan inovasi daerah. Hal itu dilihat dari belum dilakukannya pengelolaan inovasi daerah yang baik oleh BAPPEDA serta belum adanya regulasi dan Roadmap Inovasi Daerah sebagai bentuk perencanaan inovasi daerah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran BAPPEDA Kota Banda Aceh serta kendala yang dihadapi dalam rangka meningkatkan inovasi daerah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dianalisis menggunakan Teori Manajemen George R. Terry serta Capacity Building menurut Soeprapto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga peran BAPPEDA dalam meningkatkan inovasi daerah, hanya peran fasilitasi yang sudah optimal dilaksanakan oleh BAPPEDA. Peran pelaksanaan belum optimal dilihat dari belum dilakukannya inovasi secara individu oleh BAPPEDA. Peran pengelolaan BAPPEDA dalam meningkatkan inovasi telah melakukan pengarahan inovasi yang baik, namun masih ditandai dengan belum tercapainya sejumlah unsur lain seperti belum terdapat perencanaan inovasi daerah yang konkrit, pengorganisasian yang belum optimal, serta belum efektinya pengawasan pelaksanaan inovasi daerah yang dilakukan. Berdasarkan analisis kapasitas kelembagaan, sudah dilakukannya reformasi peraturan dalam meningkatkan peran BAPPEDA, namun belum tercapainya indikator komitmen bersama dan reformasi kelembagaan. Selain itu, masih ditemukan sejumlah kendala yang dihadapi BAPPEDA dalam meningkatkan inovasi daerah seperti kelembagaan yang belum optimal, keterbatasan sumber daya anggaran, serta masih rendahnya budaya dan komitmen untuk berinovasi. Adapun saran yang dapat penulis berikan ialah BAPPEDA Kota Banda Aceh dapat mengoptimalkan perannya melalui penyusunan rencana inovasi daerah yang konkrit, dukungan sumber daya anggaran, serta adanya komitmen Kepala Daerah dalam mendorong peningkatan inovasi daerah di Kota Banda Aceh.
Kata Kunci: Peran, BAPPEDA, Inovasi Daerah, Kota Banda Aceh.

Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government Article 386 paragraph (1) states that in the context of improving the performance of regional government administration, regional governments can innovate. In order to increase regional innovation, the Regional Development Planning Agency (BAPPEDA) of Banda Aceh City has a role related to the implementation, facilitation, and management of regional innovation. However, based on observations, it was found that the role of BAPPEDA Banda Aceh City was still not optimal in increasing regional innovation. This can be seen from the lack of implementation of regional innovation by BAPPEDA, the absence of good regional innovation management, and the absence of regulations and Regional Innovation Roadmaps as a form of regional innovation planning. The purpose of this study was to determine the role of BAPPEDA in Banda Aceh City and the constraints faced in order to increase regional innovation in Banda Aceh City. This study uses descriptive qualitative methods and is analyzed using George R. Terry's Management Theory and Capacity Building according to Soeprapto. The results of the study show that of the three roles of BAPPEDA in increasing regional innovation, only the role of facilitation has been well implemented by BAPPEDA. The management role of BAPPEDA in increasing innovation shows that there has been good direction, but it is still marked by a number of other elements that have not been achieved such as the absence of concrete planning, not optimal organization, and ineffective supervision of the implementation of regional innovations. Based on an analysis of institutional capacity, regulatory reform has been carried out to increase the role of BAPPEDA, but there has been no joint commitment and institutional reform. In addition, there are still a number of obstacles faced by BAPPEDA in increasing regional innovation such as BAPPEDA institutions that are not yet optimal, limited budgetary resources, and low culture and commitment to innovation. The advice that the author can give is that BAPPEDA of Banda Aceh City can optimize its role through the preparation of a concrete regional innovation plan, the support of strong budgetary resources, and the support and commitment of the Regional Head in encouraging increased regional innovation in the Banda Aceh City. Keywords: Role, BAPPEDA, Regional Innovation, Banda Aceh City.

Citation



    SERVICES DESK