Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUATAN KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT KAWASAN LEUSER PINING KABUPATEN GAYO LUES
Pengarang
Lahudin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Dosen Pembimbing I
Irwan Putra - 198801012019031015 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1906101010002
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Permasalahan lingkungan dewasa ini menghadapi masalah yang cukup kompleks dan dilematis. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui bagaimana keterkaitan konsep kewarganegaraan ekologis dengan kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan pada masyarakat kawasan Leuser Pining Kabupaten Gayo Lues, (2) mengetahui proses penguatan kewarganegaraan ekologis berbasis kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan yang diterapkan pada masyarakat kawasan Leuser Pining Kabupaten Gayo Lues, (3) mengetahui apa saja hambatan dalam penguatan kewarganegaraan ekologis berbasis kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan pada masyarakat kawasan Leuser Pining Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sumber data dalam penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri dari Ketua Forum Harimau Pining, Sekretaris Forum Harimau Pining, Kepala Desa Pining, Sekretaris Desa Pining, Bhabinkamtibmas Desa Pining, dan 5 Masyarakat Desa Pining. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa keterkaitan konsep kewarganegaraan ekologis dengan kearifan lokal (1) kewarganegaraan ekologis mendorong masyarakat untuk merasa bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, (2) kewarganegaraan ekologis memperkuat dan menghargai kearifan lokal sebagai aset berharga dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan, (3) kewarganegaraan ekologis menguatkan pendekatan ini dengan mendorong individu untuk menghormati dan melindungi sumber daya alam, (4) konsep kewarganegaraan ekologis juga mendorong kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam komunitas dan organisasi yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Proses pengutan melalui pertunjukan seni Gayo (didong sesuk, saman, dan bines), musyawarah/mupakat, sosalisasi dan pemasangan spanduk yang bersyairkan/bertema nilai-nilai lingkungan. Ekonomi masyarakat lemah merupakan hambatan dalam proses penguatan kewarganegaraan ekolosi berbasis kearifan lokal.
Environmental problems today face quite complex and dilemmatic problems. This study aims (1) to find out how the concept of ecological citizenship is related to local wisdom in environmental preservation in the people of the Leuser Pining area of Gayo Lues Regency, (2) to find out the process of strengthening ecological citizenship based on local wisdom in environmental preservation which is applied to the people of the Leuser Pining area of Gayo Regency Lues, (3) find out what are the obstacles in strengthening local wisdom-based ecological citizenship in environmental preservation in the Leuser Pining area community, Gayo Lues Regency. This study used a qualitative method with a descriptive research type, the data sources in the study amounted to 10 people consisting of the Chairman of the Harimau Pining Forum, Secretary of the Harimau Pining Forum, Head of Pining Village, Secretary of Pining Village, Bhabinkamtibmas Pining Village, and 5 Pining Village Communities. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Based on the research results, it is known that the concept of ecological citizenship is related to local wisdom (1) ecological citizenship encourages people to feel responsible for environmental sustainability, (2) ecological citizenship strengthens and respects local wisdom as a valuable asset in managing the environment in a sustainable manner, (3) Ecological citizenship strengthens this approach by encouraging individuals to respect and protect natural resources, (4) the concept of ecological citizenship also encourages awareness of the importance of active participation in communities and organizations that focus on environmental preservation. The process of recognition is through Gayo art performances (didong sesuk, saman, and bines), deliberations/consensus, socialization and installation of banners that sing/theme environmental values. Weak people's economy is an obstacle in the process of strengthening local wisdom-based eco-citizenship.
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN BURUNG DI HUTAN PINING KABUPATEN GAYO LUES DALAM KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Zurfika Ramayanti, 2020)
PROFIL HOME INDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN PINING KABUPATEN GAYO LUES (Mayani, 2023)
KEARIFAN LOKAL DALAM MENYAMBUT TAMU DI INSTANSI PEMERINTAHAN GAYO LUES (SUATU PENELITIAN DI KANTOR BUPATI KABUPATEN GAYO LUES) (Zakiatun Rahmah, 2016)
KEARIFAN LOKAL DAN KELESTARIAN HUTAN PADA MASYARAKAT DESA HUTAN DI KECAMATAN PANTAN CUACA, GAYO LUES (Irpan Ependi Yusra, 2024)
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PERBURUAN SATWA LIAR DI TAMAN BURU LINGGA ISAQ KECAMATAN LINGE KABUPATEN ACEH TENGAH (AFZHALUR RAZI, 2024)