Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PARATE EKSEKUSI DALAM PERJANJIAN GADAIRN(SUATU PENELITIAN DI PT PEGADAIAN (PERSERO) SYARIAH CABANG BANDA ACEH)
Pengarang
Nina syafwina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1003101010213
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
NINA SYAFWINA: PARATE EKSEKUSI DALAM PERJANJIAN GADAI
2014 (Suatu Penelitian di PT Pegadaian (persero) Syariah Cabang Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv,58) pp.,tabl.,bibl. (KADRIAH., S.H., M.Hum)
Pasal 1155-1156 KUHPerdata berisi tentang 2 (dua) cara penyelesaian masalah jika pemberi gadai wanprestasi, yaitu dengan parate eksekusi dan melalui pengadilan. Akan tetapi dalam prakteknya parate eksekusi yang selalu digunakan, karena dianggap lebih mudah, murah, dan tidak melalui proses yang berbelit-belit.
Namun pada kenyataanya pelaksanaan praktek parate eksekusi di PT Pegadaian (persero) Syariah Cabang Banda Aceh masih terdapat berbagai permasalahan.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan parate eksekusi, Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh PT pegadaian dalam melaksanakan parate eksekusi, dan upaya penyelesaian dalam sengketa pelaksanaan parate eksekusi.
Untuk memperoleh data dalam skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan guna memperoleh data sekunder yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan parate eksekusi pada PT pegadaian belum sesuai dengan prosedurnya, proses administrasi pemberitahuan yang disampaikan kepada pemberi gadai tidak sampai tepat pada waktunya dan pemberitahuan tersebut tidak sampai kepada pemberi gadai. Adapun hambatan yang dihadapi PT pegadaian adalah kurangnya perhatian pemberi gadai terhadap tanggal jatuh tempo dan tanggal lelang serta kesalahan administrasi dari pihak PT pegadaian sendiri dalam hal penyampaian surat pemberitahuan jatuh tempo yang terkadang tidak sampai tepat pada waktunya, perlawanan yang dilakukan oleh pemberi gadai atas upaya eksekusi yang akan dilakukan oleh PT pegadaian, hasil penjualan melalui pelelangan tidak memberikan kepastian akan hasil yang optimal, pemberi gadai mengajukan keberatan terhadap hasil penjualan, peminat lelang tidak ada, benda jaminan milik pihak ketiga, dan kurangnya iktikad baik dari pemberi gadai. Upaya penyelesaian apabila terjadi sengketa maka diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat dan jika hal tersebut tidak tercapai maka diselesaikan melalui pengadilan. Dalam praktek selama ini penyelesaian sengketa tidak ada sampai ke pengadilan.
Disarankan kepada PT pegadaian agar pemberitahuan yang diberikan kepada pemberi gadai terhadap barang jaminan yang akan dieksekusi sampai kepadanya. Untuk menghadapi hambatan dalam pelaksanaan eksekusi sebisa mungkin tidak merugikan penerima maupun pemberi gadai dan apabila terjadi sengketa diselesaikan dengan musyawarah.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS TINGKAT PERTUMBUHAN FASILITAS PELAYANAN KREDIT UMKM PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO) SYARIAH BANDA ACEH (Supriyanti, 2015)
PELAKSANAAN EKSEKUSI BARANG GADAI YANG TELAH JATUH TEMPO DI PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG BIREUEN (Najmah Munira, 2017)
MEKANISME PENYELESAIAN ARRUM BERMASALAH PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO) CPS BANDA ACEH (TARA AHDAVIA, 2016)
PENGARUH BAURAN PEMASARAN ISLAM TERHADAP LOYALITAS NASABAH YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN NASABAH PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO) SYARIAH CABANG BANDA ACEH (SITI SARAH, 2021)
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PEMBIAYAAN RAHN (GADAI EMAS SYARIAH): STUDI KASUS PEGADAIAN SYARIAH DI CABANG BANDA ACEH (EKA ZAHARA FONNA, 2022)