REGENERASI SIRIP EKOR IKAN GUPPY (POECILIA RETICULATA) DENGAN SUBSTITUSI PAKAN TEPUNG LIMBAH CANGKANG KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

REGENERASI SIRIP EKOR IKAN GUPPY (POECILIA RETICULATA) DENGAN SUBSTITUSI PAKAN TEPUNG LIMBAH CANGKANG KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.)


Pengarang

RAIHAN SAFIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Asiah - 196704031991022001 - Dosen Pembimbing I
Devi Syafrianti - 198212072006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1706103010032

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Biologi., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

597.667

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Raihan Safira. (2022). Regenerasi Sirip Ekor Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
dengan Substitusi Pakan Tepung Limbah Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp.).
Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Syiah Kuala.
Sirip ekor Ikan Guppy (Poecilia reticulata) jantan yang berfungsi sebagai
daya tarik utama dapat mengalami luka, sehingga diperlukan pakan yang mampu
mempercepat proses penyembuhan luka. Kitosan hasil dari deasetilasi kitin memiliki
biokompabilitas baik dalam proses penyembuhan luka. Kitin umumnya terdapat pada
hewan Crustacea, salah satunya pada cangkang kepiting bakau (Scylla sp.). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah
cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) pada daya regenerasi sirip ekor, pertambahan
bobot tubuh, dan kelangsungan hidup Ikan Guppy. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan
5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P0/kontrol, P1/3,6g, P2/10,8g dan P3/18g
tepung cangkang kepiting yang telah dideastilasi menjadi kitosan. Data dianalisis
menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan uji lanjut berupa Jarak Nyata Terkecil
Duncan (JNTD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dosis terbaik untuk
daya regenerasi sirip ekor Ikan Guppy adalah P2/10,8g (3,58mm), diikuti dengan
P3/18g (3,10mm), P1/3,6g (2,74mm), dan P0/kontrol (2,12mm) serta nilai Fhitung 6,37
˃ Ftabel 3,24. Rata-rata pertambahan bobot tubuh Ikan Guppy tertinggi pada P2/10,8g
(0,28g) diikuti dengan P1/3,6g (0,26g), P3/18g (0,22g), dan P0/kontrol (0,24g)
dengan nilai Fhitung 0,157 ˂ Ftabel 3,24, serta kelangsungan hidup ikan berkisar antara
80-100%. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan campuran tepung
limbah cangkang kepiting berpengaruh terhadap daya regenerasi sirip ekor Ikan
Guppy, namun tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot ikan dan
kelangsungan hidup ikan tergolong baik.
Kata kunci: Regenerasi, Sirip Ekor, Ikan Guppy, Cangkang Kepiting Bakau.

Sapphire's Achievement. (2022). Guppy Fish Tail Fin Regeneration (Poecilia reticulata) with the Substitution of Flour Feed from Mud Crab Shell Waste (Scylla sp.). Thesis, Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Shia Kuala University. The tail fin of the male Guppy Fish (Poecilia reticulata) functions as main attraction can be injured, so it needs capable feed speed up the wound healing process. Chitosan results from deacetylation of chitin good biocompatibility in the process of wound healing. Chitin is generally found in crustacean animals, one of which is in the shell of mangrove crabs (Scylla sp.). Objective of this study was to determine the effect of giving waste flour Mud crab shell (Scylla sp.) on caudal fin regeneration ability, accretion body weight, and survival of guppy fish. This research uses experimental method with completely randomized design with 4 treatments 5 repetitions. The treatment consisted of P0/control, P1/3.6g, P2/10.8g and P3/18g crab shell flour which has been roasted into chitosan. Data analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and further tests in the form of the Smallest Real Distance Duncan (JNTD). The results showed that the best average dose for Guppy fish tail fin regeneration power is P2/10.8g (3.58mm), followed by P3/18g (3.10mm), P1/3.6g (2.74mm), and P0/control (2.12mm) and Fcount value of 6.37 ˃ Ftable 3.24. The highest average body weight gain for Guppies was at P2/10.8g (0.28g) followed by P1/3.6g (0.26g), P3/18g (0.22g), and P0/control (0.24g) with a Fcount value of 0.157 ˂ Ftable 3.24, and fish survival ranged from 80-100%. The conclusion of this study is the provision of flour mixture feed Crab shell waste has an effect on the regeneration power of fish tail fins Guppy, however, had no effect on fish weight gain and Fish survival is good. Keywords: Regeneration, Tail Fin, Guppy Fish, Mangrove Crab Shell.

Citation



    SERVICES DESK