TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 DALAM KEGIATAN KOPERASI (SUATU PENELITIAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 DALAM KEGIATAN KOPERASI (SUATU PENELITIAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

HJ Cut Nyak - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1003101020020

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Hj. Cut Nyak TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS
DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 25 TAHUN 1992 DALAM KEGIATAN
2014 KOPERASI
(Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh)
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
(v. 61) pp., bibl., app.
(Mustakim, S.H., M.Hum)

Pasal 39 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang
Perkoperasian menentukan bahwa tugas pengawas koperasi adalah melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi,
membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. Pengawas juga berwenang
meneliti catatan yang ada pada koperasi. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengawas
diharapkan dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya
penyelewengan wewenang dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi yang
dimiliki koperasi, tetapi pada kenyataannya sebagian dari pengawas koperasi tidak
melakukan pengawasan sebagaimana yang diharapkan undang-undang.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tugas dan tanggung jawab
pengawas dalam kegiatan koperasi simpan pinjam di Kota Banda Aceh dan upaya
yang dilakukan apabila pengawas tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, yaitu
penelitian hukum yang memakai sumber data primer dan sekunder. Data primer
diperoleh dengan cara mewawancarai responden dan informan, sedangkan data
sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
pengawas koperasi tidak dijalankan sebagaimana ketentuan yang ada misalnya
seperti tidak meneliti catatan keuangan dan tidak melakukan pengawasan secara
berkala, ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: a) pengawas memiliki kesibukan
dan aktivitas lainnya di luar koperasi b) pengawas tidak memiliki kemampuan
ketrampilan kerja dan wawasan dibidang pengawasan c) usia pengawas yang sudah
lanjut dan tidak lagi produktif d) faktor kesehatan yang kurang baik. Upaya yang
dilakukan terhadap pengawas yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai pengawas koperasi, yaitu: a) menyegerakan pelaksanaan Rapat Anggota
Tahunan untuk membahas masalah kepengawasan b).melaporkan pada Kepala Seksi
Koperasi di Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
c) memberikan teguran kepada pengawas pada saat rapat anggota tahunan d)
mengusulkan pemberhentian pengawas dalam rapat anggota.
Disarankan kepada setiap pengawas, agar melakukan pengawasan minimal 1
kali dalam sebulan dan menjalin komunikasi yang baik dengan pengurus serta
karyawan koperasi dan sebaiknya pengawas diambil dari orang-orang yang tidak
mempunyai kesibukan tinggi serta memiliki latar belakang pengetahuan tentang
pengawasan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK