Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN HUKUM TERHADAP LARANGAN PERKAWINAN SEMARGA (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN PADANG SIDEMPUAN TENGGARA KOTA PADANG SIDEMPUAN).
Pengarang
Sarah Mailan Siregar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Iman Jauhari - 196609031994031004 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010026
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.016
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Masyarakat Mandailing menggunakan sistem kekerabatan patrilineal, yang menggunakan marga sebagai sebutan kelompok. Marga pada hakikatnya adalah sebutan suatu kelompok kerabat menurut garis keturunan ayah. Pelaksanaan adat dan Hukum dalam kehidupan masyarakat. Mandailing dilakukan berdasarkan struktur dan sistem hukum adat disebut Dalihan Na Tolu. Masyarakat Padang Sidimpuan Tenggara menganut sistem perkawinan exogami, oleh karena itu perkawinan semarga menurut adat Mandailing adalah dilarang. Namun karena adanya aturan Nasional yang mengatur tentang perkawinan seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam menjadikan kebanyakan masyarakat Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara tidak lagi mengindahkan aturan adat tersebut. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa terjadi larangan perkawinan semarga pada masyarakat Padang Sidempuan Tenggara, faktor apa yang mempengaruhi penurunan larangan pekawinan semarga, dan akibat hukum larangan perkawinan semarga pada masyarakat Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris. Dalam penulisan skripsi ini diperoleh dari penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian berupa wawancara dilakukan untuk memperoleh data. Dengan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari perundang-undangan, buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan Larangan perkawinan semarga masyarakat Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara terjadi karena perkawinan semarga sekarang ini sudah perlahan tidak dilaksanakan lagi karena dalam Hukum dan Hukum Islam tidak melarang hal tersebut. Secara sosial adat itu akan menjadi pilihan atau belakangan, karena perkembangan zaman lebih ke cinta dan kasih. faktor yang mempengaruhi penurunan perkawinan semarga yaitu cinta, perkawinan lari, agama, pendidikan, ekonomi, perkembangan zaman. akibat hukum yang larangan perkawinan semarga di Kecamatan Sidempuan Tenggara yaitu memberikan sanksi terhadap pasangan semarga memberikan masyarakat setempat dengan memotong kerbau jantan, dan wanita mengambil marga dari ibu dari laki-laki, dan keturunan mereka kemudian dari laki-laki, anak tersebut tidak dibenarkan mengambil anak perempuan dari saudara laki-laki istri. Disarankan kepada masyarakat Padang Sidempuan Tenggara perkawinan semarga sebaiknya secara bertahap ditinggalkan karena membuat pola pikir masyarakat berubah, karena melihat adanya Undang-Undang perkawinan dan
ajaran agama islam tidak melanggar perkawinan seseorang yang semarga.
Kata Kunci: Hukum, Perkawinan Semarga.
The purpose of writing this thesis is to explain why the ban on same-sex marriages occurred in the people of Padang Sidempuan Tenggara, and what factors influenced the decrease in the prohibition on same-sex marriages, and the legal consequences of prohibiting same-sex marriages in the people of Padang Sidempuan Tenggara District. Based on the results of the study, the implementation of the prohibition on same-sex marriages in Southeast Sidempuan District occurred because same-sex marriages are currently slowly being implemented because Islamic law and law do not prohibit this. Socially customary it will be an option or later. Factors that influence the decline in same-sex marriages are love, elopement, religion, education, economy, development of the times. As a result of the law prohibiting same-sex marriages in the sub-district, the local community can slaughter male buffalo, and women take the surname from the male mother, and their offspring are then from the male, the child is not allowed to take daughters from male relatives. It is suggested to the people of Padang Sidempuan Tenggara Subdistrict that marriage with the same clan should be gradually abandoned. Because it makes people's mindset change, because they see that the Marriage Law and Islamic religious teachings do not violate the marriage of someone who is in the same clan. It is suggested to the people of Padang Sidempuan Tenggara Subdistrict that marriage with the same clan should be gradually abandoned. Because it makes people's mindset change, because they see that the Marriage Law and Islamic religious teachings do not violate the marriage of someone who is in the same clan. It is suggested to the people of Padang Sidempuan Tenggara Subdistrict that marriage with the same clan should be gradually abandoned. Because it makes people's mindset change, because they see that the Marriage Law and Islamic religious teachings do not violate the marriage of someone who is in the same clan. Keywords :Law, Same-Samga Marriage.
LARANGAN PERKAWINAN SEMARGA PADA MASYARAKAT ALAS (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH TENGGARA) (Kamisah, 2023)
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SALAK (SALACCA EDULIS) DI KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE (Ismuha, 2025)
LARANGAN PERKAWINAN SEMARGA (NAMARIBOTO) DARI SEGI HUKUM ADAT BATAK TOBA (SUATU PENELITIAN DI DESA AEK LOBA KABUPATEN ASAHAN, SUMATERA UTARA) (AR-RANNIRY SAVA ASY-SYARH ADDIN, 2024)
MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI BPTU-HPT PADANG MENGATAS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT (Beni Irnando, 2017)
IMPLEMENTASI DAN URGENSI LARANGAN MENIKAH SEMARGA PADA MASYARAKAT PAKPAK BOANG DI ACEH SINGKIL (Shalawati, 2024)