PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN KUDA LUMPING DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN KUDA LUMPING DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM


Pengarang

Mifta Rahmawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maimun - 198104202010121003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1906101010067

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini tentang "persepsi masyarakat terhadap kesenian kuda lumping di Kecamatan Simpang Kiri kota Subulussalam". Peneliti mencoba mendeskripsikan tentang: (1) pelaksanaan kesenian kuda lumping Kecamatan Simpang Kiri kota Subulussalam. (2) persepsi masyarakat terhadap hadirnya kesenian kuda lumping di kota Subulussalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan serta persepsi masyarakat terhadap kesenian kuda lumping. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 (delapan) orang. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kuda lumping dibawakan oleh 8 atau lebih pemuda-pemudi yang menunggangi kuda dari anyaman bambu kemudian di rias khas adat Jawa serta diiringi alat musik yang dimainkan saat itu juga. Di akhir acara beberapa pemain akan mengalami seperti kerasukan. Masyarakat menerima adanya kesenian kuda lumping dan cukup antusias dalam menyaksikan kesenian ini. Tentunya dalam kesenian ini menuai tanggapan baik dan buruk dari masyarakat. Namun masyarakat tetap menerima serta mengharapkan kelestarian kesenian kuda lumping. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Kesenian kuda lumping dalam pelaksanaannya menari menggunakan kuda-kudaan dari anyaman bambu di iringi langsung oleh alat musik tradisonal Jawa. (2) kesenian kuda lumping diterima baik oleh masyarakat Kota Subulussalam tanpa mengabaikan kesenian yang ada.

This research is about "public perception of kuda lumping art in Simpang Kiri District, Subulussalam city". The researcher tries to describe: (1) the implementation of kuda lumping art in Simpang Kiri District, Subulussalam city. (2) the public's perception of the presence of kuda lumping art in the city of Subulussalam. The purpose of this study was to find out the implementation and public perception of kuda lumping art. This research belongs to the type of descriptive research with a qualitative approach. While collecting data using interview techniques. Informants in this study amounted to 8 (eight) people. The findings of this study indicate that the implementation of kuda lumping was performed by 8 or more young people who rode horses made of woven bamboo and then dressed in typical Javanese traditional dress and accompanied by musical instruments that were played on the spot. At the end of the event some players will experience a kind of possession. The community accepts the existence of kuda lumping art and is quite enthusiastic about watching this art. Of course, this art reaps good and bad responses from the community. But the community still accepts and expects the preservation of kuda lumping art. The conclusions of this study are: (1) The art of kuda lumping in its implementation is dancing using a piggyback made of woven bamboo directly accompanied by traditional Javanese musical instruments. (2) the art of Kuda Lumping is well received by the people of Subulussalam City without neglecting the existing arts.

Citation



    SERVICES DESK