ANALISIS TINGKAT BAHAYA, KERENTANAN DAN RISIKO PERUBAHAN IKLIM PADA PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS TINGKAT BAHAYA, KERENTANAN DAN RISIKO PERUBAHAN IKLIM PADA PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

Irham Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Azhar - 196711021993031003 - Dosen Pembimbing I
Romano - 196012311989031025 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005202010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S2) / PDDIKTI : 54101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dampak dari adanya perubahan iklim pada sektor pertanian di Indonesia saat sekarang ini semakin dapat dirasakan. Perubahan iklim yang terjadi menjadi ancaman besar bagi petani padi dikarenakan masih banyaknya petani padi yang hanya mengandalkan curah hujan dalam usahatani padi mereka. Pertanian tadah hujan sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim, dimana setiap terjadinya pergesar hujan atau peningkatan suhu dapat menyebabkan risiko yang besar bagi para petani melalui dampaknya terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan hasil tanaman. Potensi bahaya perubahan iklim untuk sektor pertanian adalah terjadinya penurunan produksi tanaman pangan padi. Kabupaten Aceh Utara sebagai sentra produksi padi terbesar di Provinsi Aceh mengalami penurunan produksi padi dari tahun sebelumnya. Kabupaten Aceh Utara juga memiliki potensi bahaya tinggi dan memiliki salah satu kriteria Kerentanan Wilayah dan Indeks Risiko Bencana Kabupaten/Kota (IRBI) tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya, kerentanan, dan risiko dari perubahan iklim pada petani padi di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini melibatkan total 100 orang petani di Kecamatan Baktiya dan Kecamatan Lhoksukon yang ditentukan menggunakan Teknik Sampling Acak Stratifikasi banyak tahap. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis tingkat bahaya, tingkat kerentanan, dan tingkat risiko perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi di Kabupaten Aceh Utara memiliki kecenderungan berada pada tingkat bahaya perubahan iklim berkategori sedang, dimana kemungkinan untuk kehilangan hasil produksi per luasan lahan padi petani akan semakin besar jika perubahan iklim yang terjadi semakin memburuk. Sedangkan tingkat kerentanan petani padi terhadap perubahan iklim berada pada kategori rendah, yang mana petani padi di Kabupaten Aceh Utara memiliki kemampuan untuk mengantisipasi dan mempertahankan diri dari dampak buruk akibat perubahan iklim. Dan tingkat risiko perubahan iklim yang juga berada pada kategori rendah menunjukkan bahwa petani padi di Kabupaten Aceh Utara tidak berpotensi mengalami kerugian yang besar akibat perubahan iklim pada usahataninya.

Climate change's impact on Indonesia's agricultural sector is now increasingly felt. The potential danger of climate change for the agricultural sector is the decline in rice production. District Aceh Utara, the most extensive rice production center in Aceh Province, has a high hazard potential and is one of the criteria for Regional Vulnerability and a High District/City Disaster Risk Index (IRBI). This study aims to determine the level of vulnerability to climate change on the income of rice farmers in District Aceh Utara. This study involved 100 farmers in Baktiya and Lhoksukon sub-districts who were determined using the multi-stage Stratification Random Sampling Technique. The data analysis technique used is the vulnerability level analysis model. The results showed that rice farmers in Aceh Utara District tended to be at a low level of vulnerability. Rice farmers in District Aceh Utara could maintain and save their farms from the stress of climate change.

Citation



    SERVICES DESK