Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DIAGNOSIS STATUS HARA PADA RAKYAT (POGOSTEMON GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG, STATUS HARA PADA AREAL PENGEMBANGAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DESA TEUNGOH AREAL PENGEMBANGAN NILAM DESA TEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG, ACEH BESAR ACEH BESAR
Pengarang
AL VIATURRAHMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sufardi - 196211171987021001 - Dosen Pembimbing I
Zuraida - 196903101994032002 - Dosen Pembimbing II
Yadi Jufri - 196511271990091001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1705108010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.422
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Al Viaturrahmi. 1705108010009. Diagnosis Status Hara pada Areal Pengembangan
Nilam Rakyat (Pogostemon Cablin Benth.) Desa Teungoh Geunteut Kecamatan Lhoong,
Aceh Besar. Dibimbing oleh Sufardi sebagai ketua dan Zuraida sebagai anggota.
RINGKASAN
Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil
minyak atsiri, yaitu minyak nilam (Patchouly oil) yang cukup terkenal di Aceh, tetapi
produksi nilam dan produktivitasnya belum memuaskan karena selain penguasaan
teknologi budidaya yang masih kurang juga kondisi lahannya yang masih kurang subur.
Untuk pengembangan nilam di Aceh diperlukan informasi tentang status unsur hara agar
diketahui kebutuhan hara yang cukup dan berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk
mendiagnosis status hara tanah dan tanaman pada areal pengembangan nilam rakyat
(Pogostemon cablin Benth.) di Desa Teungoh Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.
Penelitian ini dilaksanakan di areal pengembangan nilam di Desa Teungoh
Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar pada September 2021. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan pengamatan lapangan,
pengambilan sampel dan analisis laboratorium. Pengamatan lapangan bertujuan untuk
pengambilan sampel tanah dan sampel tanaman pada titik-titik yang telah ditentukan
kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel di laboratorium.
Sampel tanah diambil pada setiap satuan lahan yang dibuat dari tiga peta dasar
yaitu Peta Jenis Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan Peta Lereng yang terdapat di areal
pengembangan nilam (Pogostemon cablin Benth.) di Desa Teungoh Geunteut, Kecamatan
Lhoong, Aceh Besar. Analisis spasial terhadap ketiga peta tersebut diperoleh tiga satuan
peta lahan (SPL-1, SPL-2 dan SPL-3) dengan luas lokasi studi adalah 294,35 ha. Diantara
tiga satuan peta lahan (SPL) yang sudah ditanami tanaman nilam terdapat pada SPL-1
dengan kebun nilam sekitar 8 ha. Penentuan ordo tanah dilakukan melalui pengamatan dan
identifikasi profil tanah yang dibuat mewakili setiap satuan peta lahan dan hasil studi di
lapangan, seluruh lokasi studi termasuk kedalam ordo inceptisol, bentuk wilayah (lereng)
yaitu 0-15% dengan pola penggunaan lahan kebun nilam dan lahan terbuka.
Untuk analisis sampel tanah diambil pada lapisan atas yaitu pada kedalaman 0-20
cm, diambil sepuluh titik sampel hasil komposit yaitu pada SPL-1 5 sampel, pada SPL-2 4
sampel, dan pada SPL-3 1 sampel. Pengambilan sampel tanaman dilakukan di SPL-1 yang
sudah ditanami nilam. Daun tanaman nilam yang dipetik adalah bagian helaian ke 3 dan 4
dari pucuk tanaman sebanyak 10 lembar. Sifat kimia tanah yang dianalisis di laboratorium
adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-total, P-tersedia, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Na-dd, Fe,
KTK, Al-dd, dan KB. Parameter yang dianalisis pada sampel daun tanaman yaitu hara
nitrogen, hara fosfor, dan hara kalium.
Hasil analisis sifat kimia tanah pada areal penanaman nilam di Desa Teungoh
Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar yaitu pH tanah termasuk ke dalam kriteria
sangat masam hingga agak masam (pH 4,33-6,10) namun terdapat juga areal dengan pH
netral yaitu 6,66. Terdapat beberapa kendala kimia tanah yaitu C-organik, P-total, Ptersedia,
Fe, N-total, Ca-dd, K-dd dan Kejenuhan basa yang rendah. Kadar Mg-dd tinggi
(4,17 hingga 7,59 cmol kg
-1
), KTK tinggi hingga sangat tinggi (32,01 - 54,04 cmol kg
-1
),
serta nilai KB sangat rendah hingga sedang (19,28 - 40,81 %). Kandungan hara nitrogen
(N) dan hara fosfor (P) tanaman nilam tergolong rendah atau defisien, sedangkan kadar
hara kalium (K) termasuk kedalam kategori cukup (2,05 % - 2,31 %). Dari hasil penelitian
untuk memperbaiki kualitas tanah tersebut perlu pemberian bahan organik dan pemupukan
nitrogen dan fosfor.
SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA AREAL PENANAMAN NILAM DESARNTEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR (RAUZATUL JANNAH, 2022)
PENGEMBANGAN AGROWISATA GEUNARA BERBASIS MODAL SOSIAL PADA PETANI NILAM DESA TEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG ACEH BESAR (Syarifah Kamilia Salsabila, 2024)
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH DI AREAL YANGRNBELUM DAN SUDAH DITANAMI NILAM DI DESA TEUNGOH GEUNTEUTRNLHOONG ACEH BESAR (MEILIA SANTI, 2022)
KEKERABATAN TANAMAN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN (BLANCO) BENTH.) VARIETAS LOKAL DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR BERDASARKAN GEN INTERNAL TRANSCRIBED SPACER (ITS) (NURUL FADHILAH, 2023)
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MINYAK NILAM DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEM ACEH BESAR (Adzhani Dhiafah, 2025)