HUBUNGAN FAKTOR RISIKO PRENATAL DENGAN TULI SENSORINEURAL PADA ANAK DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO PRENATAL DENGAN TULI SENSORINEURAL PADA ANAK DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA


Pengarang

Juniar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

198109182014042001 dr. Dina Alia, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.K.(K).,Ph.D - - - Dosen Pembimbing I
Azwar - 196605031997021002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1807601070007

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan THT-KL / PDDIKTI : 11705

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran (S2)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

618.920 978

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Tuli sensorineural pada anak merupakan salah satu kelainan kongenital yang dapat disebabkan oleh faktor prenatal, natal, dan postnatal. Tuli kongenital ini merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia karena prevalensi yang tinggi dan efek negatif yang sangat besar pada perkembangan anak. Tuli pada anak sulit diketahui mengingat ketulian tidak langsung terlihat, dengan demikian diharapkan anak dengan tuli dapat dideteksi lebih dini agar gangguan bicara, motorik, kognitif, dan interaksi sosial dapat diminimalisasi. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko prenatal (Riwayat keluarga menderita gangguan pendengaran, penggunaan obat ototoksik, riwayat infeksi, riwayat DM, riwayat hipertensi pada ibu selama kehamilan) dengan tuli sensorineural pada anak di Poliklinik THT-KL RSUDZA. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko prenatal dengan tuli sensorineural pada anak di Poliklinik THT-KL RSUDZA. Setiap anak yang berobat jalan di Poliklinik THT-KL RSUDZA yang telah dilakukan pemeriksaan OAE, BERA dan ASSR pada bulan Januari 2020-Desember 2021 dan telah terdiagnosis tuli sensorineural. Mendapatkan data primer mengenai faktor risiko ibu saat hamil terhadap tuli sensorineural pada anak. Semua data dikumpulkan dan diolah untuk mengetahui hubungan antara variabel seperti yang telah di tentukan sebelumnya. Hasil: 47 anak yang telah didiagnosis tuli sensorineural yang masuk dalam kriteria inklusi. Rerata usia anak dalam penelitian ini adalah 3,44 tahun dengan dominasi laki-laki 55,3%. Tuli derajat sangat berat paling banyak di temukan dengan persentase berat (93,6%) telinga kanan dan (89,4%) telinga kiri. Riwayat infeksi ibu selama kehamilan merupakan faktor risiko terbanyak ditemukan dalam penelitian ini dengan tuli derajat sangat berat pada kedua telinga dan didapatkan nilai p=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan faktor risiko riwayat infeksi ibu selama kehamilan dengan tuli sensorineural. Kesimpulan: Peneliti mendapatkan bahwa tidak ada hubungan faktor risiko prenatal (keluarga menderita gangguan pendengaran, infeksi ibu selama kehamilan, penggunaan obat ototoksik oleh ibu selama kehamilan, DM pada ibu selama kehamilan, Hipertensi pada ibu selama kehamilan) terhadap tuli sensorineural.


Kata Kunci: Tuli Sensorineural, Faktor Risiko, Prenatal

Background: Sensorineural hearing loss is one of congenital disorders that can be caused by prenatal, natal and postnatal factors. Sensorineural hearing loss is a public health problem in the world due to its high prevalence and highly negative impact on child development. Hearing loss in infants is difficult to detect considering it is not immediately recognized, therefore it is hoped infants with hearing loss can be detected early to minimize speech, motor, cognitive, and social interaction disorders. Objective: To determine the relation between prenatal risk factors (family history of hearing loss, ototoxic drugs consumtion, history of infection, history of DM, history of gestational hypertension) with sensorineural hearing loss in children at ENT-KL RSUDZA Polyclinic. Methods: analytic observational study with cross sectional design is used to determine the relation between prenatal risk factors and sensorineural hearing loss in children at the ENT-KL Polyclinic RSUDZA. Every child at the ENT-KL Polyclinic of RSUDZA who has been examined with OAE, BERA and ASSR in January 2020-December 2021 and has been diagnosed with sensorineural hearing loss. Primary data regarding maternal risk factors during pregnancy for sensorineural hearing loss in children was obtained. All data were collected and processed to determine the relation between previously determined variables. Results: 47 children who had been diagnosed with sensorineural hearing loss were included in the inclusion criteria. The mean age of children in this study was 3.44 years with male predominance of 55.3%. The most severe degree of hearing loss was found with the percentage of weight (93.6%) in right ear and (89.4%) in left ear. A history of maternal infection during pregnancy was the most common risk factor found in this study with profound hearing loss in both ears with p value = 0.05. It shows there is no relation between maternal infection risk factors during pregnancy with sensorineural hearing loss. Conclusion: we found no relation between prenatal risk factors (family history of hearing loss, maternal infection during pregnancy, ototoxic drugs consumtions during pregnancy, Gestational diabetes, Gestational hypertension) to sensorineural hearing loss. Keywords: Sensorineural Hearing Loss, Risk Factors, Prenatal

Citation



    SERVICES DESK