PENGARUH KOMBINASI BAHAN ORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN JAGUNG (ZEA MAYS) PADA INCEPTISOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KOMBINASI BAHAN ORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN JAGUNG (ZEA MAYS) PADA INCEPTISOL


Pengarang

IRZA FARABI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yadi Jufri - 196511271990091001 - Dosen Pembimbing I
Zuraida - 196903101994032002 - Dosen Pembimbing II
Munawar Khalil - 196010061986021002 - Penguji
Yusnizar - 196808161997032001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.422

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Irza Farabi. 1805108010053. Pengaruh Kombinasi Bahan Organik dan Pupuk Hayati terhadap Serapan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Jagung (Zea mays) pada Inceptisol, dibimbing oleh Yadi Jufri sebagai pembimbing utama dan Zuraida sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Bahan organik adalah bahan yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, baik dari tumbuhan maupun hewan. Bahan organik dapat digunakan untuk memperbaiki masalah kesuburan tanah, salah satu bahan organik yang dapat memperbaiki kesuburan tanah yaitu kompos. Kompos merupakan hasil pelapukan dari berbagai bahan yang berasal dari makhluk hidup seperti kotoran hewan, sampah, cabang, ranting, dan daun tanaman (Latifah, 2014). Salah satu sisa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kompos yaitu daun trembesi. Sisa daun trembesi menyimpan cadangan karbon yang termasuk dalam karbon organik. Sisa daun trembesi dapat terurai secara alami, namun memerlukan waktu yang lama dan untuk mempercepat penguraian sisa daun trembesi dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati. Salah satu jenis pupuk hayati yang dapat digunakan yaitu eco farming. Eco farming merupakan pupuk berbahan organik super aktif yang sudah mengandung unsur hara lengkap sesuai kebutuhan tanaman yang juga dilengkapi bakteri positif yang akan menjadi biokatalisator dalam memperbaiki sifat biologi, dan kimia tanah (Ma’munir, 2020). Tanaman sangat membutuhkan unsur hara untuk tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan tanaman yang sehat dicerminkan oleh status hara yang optimal, konsentrasi hara, serta besarnya serapan N, P dan K dalam jaringan tanaman (Zubachtirodin et al., 2004). Kandungan unsur hara dan mikroorganisme pada eco farming dapat meningkatkan kesuburan tanah, selain itu dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti jagung. Jagung sebagai salah satu bahan pangan, ketersediaannya sangat dibutuhkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Kebutuhan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan, tetapi ketersediaannya sering kali terbatas atau bisa dikatakan produksi saat ini tergolong rendah (Paeru, 2017). Penyebab rendahnya produksi tanaman jagung dikarenakan terjadinya degradasi lahan dan alih fungsi lahan pertanian. Dengan permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan produksi melalui perluasan lahan pertanian dan peningkatan produktivitas lahan dengan cara memanfaatkan dan mengelola lahan. Salah satu lahan yang memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yaitu Inceptisol.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Juli 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan sehingga didapatkan 21 satuan percobaan. Adapun perlakuannya yaitu K0: kontrol (tanpa perlakuan), K1: kompos trembesi 0,5 ton ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, K2: kompos trembesi 1,0 ton ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, K3: kompos trembesi 1,5 ton ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, K4: kompos trembesi 10 ton ha-1, K5: kompos trembesi 20 ton ha-1 dan K6: kompos trembesi 30 ton ha-1.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi bahan organik dan pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap serapan hara N serta tinggi tanaman 15 dan 30 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap serapan hara P dan K serta tinggi tanaman 45 HST dan diameter batang. Penggunaan eco farming dan dosis kompos yang rendah dapat menyamai penggunaan kompos dengan dosis tinggi.


Citation



    SERVICES DESK