JARIMAH MENYEDIAKAN FASILITAS MAISIR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR'IYAH MEULABOH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

JARIMAH MENYEDIAKAN FASILITAS MAISIR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR'IYAH MEULABOH)


Pengarang

RIZKI RUCIANDRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mahfud - 198004152005011003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010214

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 20 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Jinayat menyebutkan Setiap Orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas, atau membiayai Jarimah Maisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 19 diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 45 kali dan/atau denda paling banyak 450 gram emas murni dan/atau penjara paling lama 45 bulan. Namun walaupun sudah pengaturan secara khusus di wialayah Aceh tetang larang untuk melakukan jarimah menyediakan fasilitas maisir, tetap saja banyak dijumpai warga masyarakat di wilayah hukum Mahkamah Syariah Meulaboh, melakukan jarimah menyediakan fasilitas maisir pada rentang waktu 2019 s/d 2022.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pertimbangan hakim Mahkamah Syariah dalam menentukan jenis hukuman penjara atau cambuk di dalam perkara jarimah menyediakan fasilitas maisir, pertimbangan hakim dalam jatuhkan vonis hukuman yang relatif ringan kepada para pelaku jarimah penyedia fasilitas maisir dan penanggulangan terhadap jarimah penyedia fasilitas maisir.
Untuk mendapatkan data penelitian diperoleh melalui wawancara langsung di lapagan dan melalui studi kepustakaan seperti perundang-undangan, buku-buku dan penelitian terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwah adapun pertimbangan hakim dalam menentukan jenis uqubat ta’zir dalam sebuah perkara jarimah penyedia fasilitas maisir, ditentukan oleh seberapa efektif jenis uqubat ta’zir tersebut mempengaruhi pelaku dan masyarakat sekitar, adapun jenis uqubat ta’zir yang dianggap lebih efektif adalah uqubat ta’zir penjara. Pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman yang relatif ringan kepada para pelaku aktivitas maisir adalah didasari oleh seberapa besar nilai taruhan atau keuntungan yang didapat, jika nilai keuntungan paling banyak 2 (dua) gram emas maka hukuman relatif ringan tetapi jika nilai keuntungan melebihi nilai 2 (dua) gram emas maka, ada kesempatan pagi para pelaku untuk mendapatkan hukuman yang lebih berat. Upaya penanggulangan jarimah penyedia fasilitas maisir di wilayah hukum Makamah Syariah, secara preventif (pencegahan) terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu sosialisasi dan razia di tempat dianggap sering dimanfaatkan untuk melakukan perjudian, yang dilakukan oleh Wilayatul Hisbah dengan bekerjasama dengan aparat penegak hukum yang lain.
Disarankan kepada majelis hakim untuk menelaah sumber hukum lain seperti yurisprudensi pada pengadilan negeri yang mengadili perkara serupa (maisir/perjudian), agar putusan yang dibuat benar-benar memiliki rasionalitas dan dasar hukum yang kuat. Pemerintah daerah agar bertindak serius tentang fenomena masyarakat yang gemar melakukan maisir. dan merevisi segera aturan mengenai aturan maisir dan menetapkan minimal hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku aktivitas maisir.

Article 20 of Qanun Number 6 of 2014 concerning jinayat law states that anyone who deliberately organizes, provides facilities, or finances jarimah maisir (gambling crimes) as referred to in Articles 18 and 19 is threatened with 'Uqubat Ta'zri (punishment) that is caning of a maximum of 45 times and/or a fine a maximum of 450 grams of pure gold and/or a maximum of 45 months imprisonment. However, even though there has been a special arrangement in the Aceh region regarding the prohibition against committing illegal acts in providing gambling facilities, many community members in the jurisdiction of the Meulaboh Sharia Court committed crimes of providing gambling facilities in the 2019-2022 period. This study aimed to explain the considerations of Sharia Court judges in determining the type of prison sentence or caning in a criminal case of providing facilities for gambling, the considerations of judges in imposing relatively light sentences on perpetrators of crimes that provide gambling facilities, and countermeasures against crimes of providing facilities for gambling. Research data were obtained through direct interviews and literature studies such as legislation, books, and previous research. The study results show that the judge's consideration in determining the type of uqubat ta'zir (punishment) in a crime of providing gambling facilities is determined by how effectively the type of uqubat ta'zir affects the perpetrator and the surrounding community. The type of uqubat ta'zir that is considered more effective is imprisonment. The judge's consideration in imposing relatively light sentences on the perpetrators of gambling activities is based on how much the value of the bet or profit is obtained. If the profit value is at most 2 (two) grams of gold, then the punishment is relatively light, but if the profit value exceeds the value of 2 (two) grams of gold, then there is a chance for the perpetrators to get a heavier sentence. Efforts to deal with the crime of providing gambling facilities in the jurisdiction of the Sharia Court in a preventive manner consist of 2 (two) types, namely outreach and raids in places considered to be frequently used for gambling. The Wilayatul Hisbah (Sharia Police) carried out the socialization and raids in collaboration with other law enforcement officers. It is suggested to the panel of judges to examine other sources of law, such as jurisprudence in district courts that try similar cases (maisir/gambling) so that the decisions made truly have rationality and a strong legal basis. It is hoped that the regional government will take serious action regarding the phenomenon of people who like to do maisir/gambling and immediately revise the rules regarding gambling and set a minimum penalty for those who carry out gambling activities.

Citation



    SERVICES DESK