PENERAPAN PEMBIAYAAN MODAL KEPADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MENGGUNAKAN MODEL PROFIT-LOSS SHARING DAN METODE KONVENSIONAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN PEMBIAYAAN MODAL KEPADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MENGGUNAKAN MODEL PROFIT-LOSS SHARING DAN METODE KONVENSIONAL


Pengarang

Putra Hidayatullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rini Oktavia - 197010121995122002 - Dosen Pembimbing I
Intan Syahrini - 196409081991022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1608101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

331.216 47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produkti yang dapat dikelola oleh peroranagan maupun badan usaha. Modal usaha merupakan faktor penting dalam menjalankan bisnis terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu cara mendapatkan modal adalah dengan melakukan peminjaman modal kepada lembaga keuangan. Secara umum, ada dua jenis pembiayaan modal usaha yang berlaku di Indonesia, yaitu secara konvensional dengan menggunakan metode konvensional dan secara syariah dengan menggunakan model profit-loss sharing. Pada penelitian ini diambil sampel data laba bulanan pedagang selama satu tahun sebanyak 3 pedagang di tempat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mencari profit dan rasio profit yang diperoleh pedagang selama satu tahun setelah pelunasan peminjaman serta membandingkan metode konvensional dan model profit-loss sharing untuk memperoleh metode yang optimal bagi pedagang. Berdasarkan hasil penelitian dengan tingkat suku bunga sebesar 20% p.a dan porsi bagi hasil sebesar 5%, dapat disimpulkan bahwa model profit-loss sharing lebih optimal digunakan oleh pedagang P2 dan P3 dengan perolehan rasio profit sebesar 28,18% dan 39,05%, sedangkan metode konvensional lebih cocok digunakan oleh pedagang P1 dengan rasio profit sebesar 90,87%.

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are product economic businesses that can be managed by individuals or business entities. Business capital is an important factor in running a business, especially for SMEs. One way to get capital is by borrowing capital from financial institutions. In general, there are two types of venture capital financing that apply in Indonesia, namely conventionally using conventional methods and sharia using a profit-loss sharing model. In this study, samples of traders' monthly profit data for one year were taken as many as 3 traders in different places. This study aims to find the profit and profit ratio obtained by traders for one year after borrowing and compare conventional methods and profit sharing models to obtain the optimal method for traders. Based on the results of research with an interest rate of 20% per and a profit sharing portion of 5%, it can be concluded that the profit-loss sharing model is more optimally used by P2 and P3 traders with a profit ratio of 28.18% and 39.05%, while the conventional method is more suitable for use by P1 traders with a profit ratio of 90.87%.

Citation



    SERVICES DESK