UJI KETAHANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) IPB DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI KETAHANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) IPB DI ACEH


Pengarang

Aulia Rahmadani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Hafsah - 197008121996032004 - Dosen Pembimbing I
Nura - 198708302016012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1805101050028

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura unggulan Indonesia namun sangat rentan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe cabai keriting IPB dengan karakteristik tahan terhadap serangan antraknosa. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai Juni 2022 di Kebun percobaan II dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Non Faktorial dengan tiga ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga genotipe uji dan satu varietas pembanding sehingga terdapat 12 satuan percobaan. setiap satuan percobaan terdiri dari 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe uji F10 120005-241-2-9-4-4-1-5 memiliki karakter terbaik pada parameter jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, produktivitas, kejadian penyakit pada buah cabai hijau dan intensitas serangan penyakit pada buah cabai merah. Genotipe uji F10 120005-16-35-1-3-2-7 memiliki karakter terbaik pada parameter tinggi tanaman, tinggi dikotomus, panjang buah dan bobot buah. Genotipe uji F10 120005 141-16-35-16-35-1-4-3-6 memiliki karakter terbaik untuk parameter diameter buah, tebal daging buah, kejadian penyakit pada buah cabai merah dan intensitas serangan pada buah cabai hijau. Pada parameter kualitatif tidak terdapat perbedaan karakter antara genotipe yang diuji.
Kata kunci: Collectothricum gloeosporioides, Genotipe dan Inokulasi

Chili is one of Indonesia's leading horticultural crops but is very susceptible to disease. This study aims to determine the genotype of curly chili IPB with characteristics resistant to anthracnose attack. This research was conducted from January to June 2022 at the Experimental Garden II and the Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This study used a non-factorial randomized block design with three replications, each replication consisting of three test genotypes and one comparison variety so that there were 12 experimental units. Each experimental unit consisted of 20 plants. The results showed that the test genotype F10 120005-241-2-9-4-4-1-5 had the best characters on the parameters of the number of fruits per plant, fruit weight per plant, productivity, disease incidence in green chilies and intensity of disease attacks on green chilies. red chilies. The test genotype F10 120005-16-35-1-3-2-7 had the best characters on the parameters of plant height, dichotomous height, fruit length and fruit weight. The test genotype F10 120005 141-16-35-16-35-1-4-3-6 had the best characters for parameters of fruit diameter, flesh thickness, disease incidence in red chilies and intensity of attack on green chilies. In qualitative parameters, there are no differences in characters between the tested genotypes. Keywords: Collectothricum gloeosporioides, Genotype and Inoculation

Citation



    SERVICES DESK