AN ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED IN THE SIMPSONS SERIES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AN ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED IN THE SIMPSONS SERIES


Pengarang

ZAHRA NUZULA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kismullah - 198104232008121001 - Dosen Pembimbing I
Ika Apriani Fata - 198604162012122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706102020045

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan kata makian merupakan hal yang lumrah dalam film yang ditujukan untuk penonton dewasa. Namun, film-film yang mengandung banyak kata makian kerap juga ditonton oleh anak-anak dikarenakan adanya kesalahpahaman dan ketidaksadaran para penonton akan target penonton yang dituju dari film itu sendiri. Contoh film yang bisa diambil dari fenomena ini adalah film animasi The Simpsons. Sehingga menjadikan film sebagai salah satu media yang dapat menyebarkan kata makian bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan fungsi kata makian yang digunakan dalam filmThe Simpsons, yang merupakan sebuah film animasi populer yang dikenal karena mengandung penggunaan kata makian yang cukup banyak. The Simpsons adalah film animasi Amerika tentang sebuah keluarga di kota fiksi Springfield dan memparodikan budaya dan masyarakat Amerika, televisi, dan kondisi manusia. Untuk menganalisis jenis kata makian yang terkandung, peneliti menggunakan teori Hughes (2006), dan untuk menganalisis fungsi kata makian, digunakan teori dari Andersson dan Trudgill (1992). Data diperoleh dari tujuh episode yang diambil dari berbagai season film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 102 kata makian yang ditemukan dalam dialog yang telah dianalisis. Kata-kata makian yang ditemukan dikategorikan ke dalam tujuh jenis kata makian, yang terdiri dari anatomical insult, excrement, sexual intercourse, personal background, mental illness, animal term, dan religious oath; dan terdapat empat fungsi kata makian yang teridentifikasi di dalam film tersebut, yaitu abusive, auxiliary, expletive, dan humorous. Para pembaca dari kalangan umum diharapkan bisa lebih bijaksana dalam mengekspresikan diri, mampu meningkatkan kesadaran tentang target penonton yang dituju dari sebuah film, dan lebih selektif dalam memilih film yang akan disajikan untuk anak-anak atau penonton di bawah umur.

The use of swear words are common in films intended for adult viewers. However, these films, with a lot of swear words are also watched by younger viewers due to misunderstanding and unawareness of the intended viewers. The example of this phenomenon is animated film The Simpsons. Thus, it makes the film becomes one of the media that can spread English swearwords. This study aimed at finding out types and functions of swear words used in The Simpsons, a popular animated film known for its high frequency use of the swear words. The Simpsons is an American animated film about a family in the fictional town of Springfield and parodies American culture and society, television, and the human condition. To analyze the types of the swear words, the framework offered by Hughes (2006) was used, and to analyze the functions this study uses the framework from Andersson and Trudgill (1992). Data were obtained from its seven episodes, which were taken from various seasons. The result showed that there were 102 swear words found in the dialogues. Those swear words found were categorized into seven types of swear words, consisting of anatomical insult, excrement, sexual intercourse, personal background, mental illness, animal term, and religious oath; and there were four swearing functions identified, namely abusive, auxiliary, expletive, and humorous. General readers are expected to be more thoughtful in how they express themselves, able to raise awareness regarding films intended viewers, and be wiser in selecting films for younger viewers.

Citation



    SERVICES DESK