PEMENUHAN HAK ATAS MAKANAN, KESEHATAN, REMISI DAN ASIMILASI BAGI NARAPIDANA JINAYAT DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMENUHAN HAK ATAS MAKANAN, KESEHATAN, REMISI DAN ASIMILASI BAGI NARAPIDANA JINAYAT DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANDA ACEH


Pengarang

AAN SETIAWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nursiti - 197210152003122003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1703101010184

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

365.66

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian dilakukan untuk menjelaskan apakah narapidana jinayat di Lapas Kelas IIA Banda Aceh ada mendapatkan hak atas makanan, kesehatan, remisi, dan asimilasi, dan faktor apa sajakah yang menjadi penghambat dalam pemenuhan hak-hak atas makanan, kesehatan, remisi dan asimilasi bagi narapidana jinayat di Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh ditemukan bahwa narapidana jinayat mendapatkan perlakuan dan pemenuhan hak yang sama dengan narapidana lainnya. Dalam hal pemberian asimilasi, sebelum pandemi covid-19 proses asimilasi dilakukan di luar lapas seperti mengikuti kajian di dayah dan pesantren serta mengunjungi panti asuhan. Beberapa faktor penghambat dalam pemenuhan hak-hak narapidana ada beberapa pembinaan yang dilakukan dalam waktu singkat dan pendek, sangat jarang dijenguk keluarga, kekurangan sarana dan over kapasitas jumlah narapidana yang semakin hari semakin bertambah, kurangnya anggaran serta kurangnya minat warga binaan narapidana untuk mengikuti pembinaan. Dibutuhkan manajemen waktu yang baik oleh para pengelola Lapas kelas IIA Banda Aceh dalam usaha menjalankan hak-hak narapidana bisa berjalan dengan baik dan tujuan yang diharapkan dapat terealisasikan. Diharapkan kepada Pemerintah Aceh dapat memberikan subsidi anggaran terhadap narapidana jinayat karena melanggar peraturan yang hanya berlaku di Aceh.

This research was conducted to analyse whether the jinayat inmates in the Class IIA Banda Aceh Penitentiary have the right to food, health, remission, and assimilation, and what are the factors that hinder the fulfillment of the rights to food, health, remission and assimilation for jinayat inmates in Banda Aceh Class IIA Penitentiary. The results of this research showed that in the Class IIA Banda Aceh penitentiary it was found that the jinayat inmates received a similar treatment and fulfillment of rights as much as another inmates. In terms of providing assimilation, prior to the COVID-19 pandemic, the assimilation process was conducted outside the penitentiary such thorugh participation in studies at dayahs and Islamic boarding schools and visiting orphanages. Some of the inhibiting factors in fulfilling the rights of inmates are some coaching that is implemented in a short period of time, very rarely visited by families, lack of facilities and over capacity in regards of the numbers of inmates is increasing day by day, lack of budget and lack of interest of the inmates to take part in the coaching. Good time management is needed by the management of Class IIA Banda Aceh penitentiary as an effort to conducted the rights of the inmates to be implemented wellfully and the expected goals can be applied. It is expected that the Aceh Government should provide budgetary subsidies to jinayat inmates for violating regulations that only apply in Aceh.

Citation



    SERVICES DESK