Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PIDANA SUBSIDAIR PENGGANTI DENDA PADA TINDAK PIDANA PENAMBANG MINYAK ILEGAL (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PEGADILAN NEGERI IDI)
Pengarang
MUHAMMAD SYAFLI HENDA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mohd. Din - 196412311990021006 - Dosen Pembimbing I
Mukhlis - 196804211994021002 - Penguji
Teuku Muttaqin Mansur - 197909052008121002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1803101010092
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : FakultasHukum., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.05
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Muhammad Syafli
Henda,
2022
Dr. Mohd. Din, S.H., M.H.
Pidana penjara pengganti merupakan bagian dari pada hukum pidana, yang dijatuhkan oleh pengadilan, dengan suatu sifat fakultatif, dalam arti terdapat alternatif bagi terpidana untuk memilih, apakah akan membayar sejumlah sanksi denda atau akan diganti dengan Pidana Penjara bila denda tersebut tidak dibayarkan. Hal ini tertuang pada pasal 30 KUHP, Lamanya penjara pengganti ditentukan oleh Majelis Hakim dalam rumusan amar putusannya. Memilih penjara sebagai alternatif tidak mampu membayar denda dalam tindak Pidana Penambang Minyak Secara Ilegal, telah dianggap sebagai keputusan yang baik. Terlebih akan digolongkan sebagai hukuman ringan. Berbeda dengan penjara yang disebut hukuman berat. Pada Tindak Pidana Penambang Minyak Ilegal ini memiliki dasar hukum yang tertuang pada Undang-undang no. 22 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan bagaimana Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan Pidana Subsidair pada putusan Penambang Minyak Ilegal di Pengadilan Negeri Idi, dan memaparkan penjelasan terdakwa kenapa lebih memilih penjara dari pada membyar denda.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidair pengganti denda pada kasus ini berjalan dengan semestinya, walaupun pada hakikatnya hakim beserta terpidana memiliki pandangan yang berbeda terkait kasus ini. Putusan Hakim bersifat kaku, dikarenakan lebih berpatokan pada Undang-undang, sedangkan terpidana lebih memilih subsidair penjara karena memilih menjalankan Subsidair merupakan hal yang lebih meringankan Terpidana dari pada harus melakukan pembayaran Denda yang telah ditetapkan oleh Majelis Hakim. Tentu saja hal ini dapat kita terima mengingat besaran total denda yang telah di tetapkan majelis hakim yang sudah seusai dengan undang-undang.
Diharapkan kepada majelis Hakim bahwa seharusnya majelis Hakim lebih memperhatikan Hal-hal non Yuridis yang terjadi didalam Persidangan, demi terwujudnya keadilan yang merata seharusnya Hakim tidak hanya sekedar berpatokan pada Undang-undang dalam memutuskan Perkara Penambang Minyak Ilegal ini.
PENJATUHAN PIDANA DENDA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI) (BAKHTIAR, 2018)
PENERAPAN PIDANA SUBSIDAIR TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENANGKAPAN IKAN TANPA IZIN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JANTHO) (REZKY KURNIAWAN, 2021)
TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN PENGANGKUTAN DAN NIAGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BERSUBSIDI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAKENGON) (Ulfatu Hasanah, 2022)
TINDAK PIDANA MENIRU ATAU MEMALSUKAN BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK DIPASARKAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI DAN PENGADILAN NEGERI LHOKSEUMAWE) (RIZKI AMRIZAL, 2023)
PENERAPAN PIDANA DENDA PENGGANTI KURUNGAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI BANDA ACEH) (Rini Mihartika, 2017)