TANGGUNG JAWAB MASKAPAI PENERBANGAN RNTERHADAP PENUMPANG YANG DIRUGIKAN RNKARENA KETERLAMBATAN PENERBANGAN RN(SUATU PENELITIAN PADA PT. LION GRUP CABANG BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TANGGUNG JAWAB MASKAPAI PENERBANGAN RNTERHADAP PENUMPANG YANG DIRUGIKAN RNKARENA KETERLAMBATAN PENERBANGAN RN(SUATU PENELITIAN PADA PT. LION GRUP CABANG BANDA ACEH)


Pengarang

CUT ISRAVIANA RIZQYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rismawati - 196710091994032001 - Dosen Pembimbing I
Susiana - 198101282006042002 - Penguji
M. Nur - 196006081987031001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010081

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FakultasHukum., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


ABSTRAK
CUT ISRAVIANA RIZQYA, TANGGUNG JAWAB MASKAPAI

2022 PENERBANGAN ACEH TERHADAP PENUMPANG YANG DIRUGIKAN KARENA KETERLAMBATAN PENERBANGAN (Suatu Penelitian Pada PT. Lion Grup Cabang Banda)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(viii.68) pp., bibl., tabl.
Rismawati, S.H., M.Hum

Pasal 2 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara menyebutkan mengenai pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab antara lain atas kerugian keterlambatan angkutan udara (flight delayed) dan pembatalan penerbangan (cancelation of flight). PT. Lion Grup Cabang Banda Aceh dalam pengangkutan penumpang pada 2021 dan 2022 mengalami 6 (enam) kali keterlambatan penerbangan.
Tujuan penulisan adalah untuk menjelaskan tanggungjawab maskapai penerbangan PT. Lion Grup terhadap penumpang akibat keterlambatan penerbangan dan untuk menjelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh penumpang apabila hak konpensasi atas keterlambatan penerbangan tidak dipenuhi.
Metode dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris, dilakukan melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan yang berkaitan dengan objek penelitian. Studi kepustakaan dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang berkaitan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, tanggungjawab maskapai penerbangan PT. Lion Grup Cabang Banda Aceh atas keterlambatan belum sepenuhnya dilaksanakan, karena hak penumpang terhadap informasi atas penyebab keterlambatan dan lamanya waktu keterlambatan, namun konpensasi atas pemberian ganti kerugian bagi penumpang telah sesuai dengan peraturan yang Menteri Perhubungan. Upaya yang dapat dilakukan oleh penumpang apabila hak konpensasi atas keterlambatan penerbangan tidak dipenuhi adalah dengan 3 (tiga) cara, yaitu menuntut ganti kerugian secara pribadi kepada pihak maskapai penerbangan, mendapat pendampingan dari Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKa), dan menuntut ke pengadilan.
Disarankan kepada PT. Lion Grup Cabang Banda Aceh untuk memenuhi hak semua penumpang untuk mendapatkan mendapatkan informasi yang jelas. Penumpang diharapkan mempertanyakan haknya untuk mendapatkan informasi atas penyebab keterlambatan dan lamanya waktu keterlambatan secara pribadi atau meminta bantuan ke pihak YaPKA untuk mendapatkan pendampingan.

Citation



    SERVICES DESK