AN ANALYSIS OF CODE-MIXING IN INDONESIAN MOVIE 'IMPERFECT' | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AN ANALYSIS OF CODE-MIXING IN INDONESIAN MOVIE 'IMPERFECT'


Pengarang

Nurul Agustina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iskandar AS - 197810252003121004 - Dosen Pembimbing I
Tgk. Maya Silviyanti - 198005152006042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706102020008

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

306.44

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Campur kode adalah penggunaan dua bahasa atau lebih secara bersamaan secara lancar dengan mengubah dari satu bahasa ke bahasa lain dalam rentang satu kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan faktor terjadinya campur kode dalam film. Sumber datanya adalah campur kode dalam bahasa Inggris yang disisipkan ke dalam tuturan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh para aktor dalam film Indonesia berjudul Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi berupa checklist observasi. Data dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan jenis campur kode yang dikemukakan oleh Muysken (2000) dan faktor campur kode yang dikemukakan oleh Bhatia dan Ritchie (2006). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktor dalam film tersebut telah melakukan ketiga jenis campur kode dan empat faktor campur kode. Terdapat 95 data untuk jenis campur kode dan 70 data untuk faktor campur kode. Pada tipe campur kode, tipe yang paling dominan adalah penyisipan dengan 79 kejadian dan tipe yang paling tidak dominan adalah pergantian dengan 3 kejadian. Selanjutnya pada faktor campur kode, faktor yang paling dominan adalah faktor intrinsik pesan sebanyak 23 kejadian dan faktor yang paling tidak dominan adalah faktor sikap bahasa, dominasi, dan keamanan sebanyak 6 kejadian.

Code-mixing is using two or more languages fluently at the same time by changing from one to another in the span of a single sentence. The purpose of this study is to find out the types and the factors of code-mixing in the movie. The source of the data is code-mixing in English which is inserted into Indonesian utterances committed by the actors in Indonesian movie entitled Imperfect movie: Karier, Cinta & Timbangan. The research method used is descriptive-qualitative method with content analysis approach. The instrument that is used to collect the data in this research is observation sheet in the form of observation checklist. The data were analyzed and classified based on the types of code-mixing proposed by Muysken (2000) and the factors of code-mixing proposed by Bhatia and Ritchie (2006). The results of this research showed that the actors in the movie have committed all three types of code-mixing and four factors of code-mixing. There were 95 data for the types of code-mixing and 70 data for the factors of code-mixing. In the types of code-mixing, the most dominant type is insertion with 79 occurrences and the least dominant type is alternation with 3 occurrences. Further, in the factors of code-mixing, the most dominant factor is message-intrinsic factor with 23 occurrences and the least dominant factor is language attitudes, dominance, and security factors with 6 occurrences.

Citation



    SERVICES DESK