Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUKURAN KONSENTRASI RADON (222 RN) PADA BAHAN BANGUNAN BATU BATA DI KAWASAN ACEH BESAR
Pengarang
Oktia maharani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0508102010030
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
553.97
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Telah dilakukan penelitian konsentrasi radon pada batu bata dengan tujuan untuk mengukur dan membandingkan konsentrasi radon pada batu bata sebelum dan sesudah pembakaran di beberapa kawasan Aceh Besar, tempat pengambilan sampel berada di desa Lhiep, Krueng Anoi, Lamreung, Lambada peukan, Kleng Cot Arun dan Neuheun. Batu bata yang digunakan sebanyak 60 buah dari seluruh desa. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat monitor radon Model 1027 Profesional Countinue Radon Monitor, dengan metode sampling dan pengukuran dilakukan selama 12 jam bersamaan dengan nilai temperatur ruangan pada saat pengukuran sampel. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan rata-rata nilai konsentrasi radon tertinggi pada batu bata sebelum pembakaran terdapat di desa Lhiep sebesar 1.80 pCi/l dan terendah terdapat di desa Lambada Peukan sebesar 0.72 pCi/l. Sebaliknya, sesudah pembakaran diperoleh nilai rata- rata konsentrasi radon tertinggi terdapat di desa Lambada Peukan sebesar Q.52 pCil dan terendah terdapat di desa Lhiep sebesar 0.14 pCi/1. Tinggi rendahnya nilai konsentrasi radon pada batu bata sebelum pembakaran selain dipengaruhi oleh jenis tanah lempung (liat) juga diperkirakan karena letak geografis yang berada pada dataran tinggi dan rendah sedangkan pada batu bata sesudah pembakaran dipengaruhi oleh proses pembakaran yang menyebabkan timbulnya retakan pada batu bata sehingga radon yang berada pada batu bata dapat keluar melalui celah batu bata tersebut. Rata-rata temperatur ruangan berkisar antara
29-32C, temperatur tersebut merupakan temperatur yang labil untuk ruangan. Batu bata sebelum dan sesudah pembakaran yang berada di kawasan Aceh Besar setelah diuji ternyata masih tergolong rendah < 2.0 pCi/1 dan sedang (> 2.0 pCi/1 dan < 4.0 pCi/1), hal
ini merupakan batas ambang normal atau tergolong aman untuk kesehatan, dan aman digunakan untuk bahan bangunan.
Kata kunci: Radon, tanah, batu bata.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENDETEKSIAN PANCARAN RADON (222 RN) PADA TANAH DENGAN KEDALAMAN TERTENTU DI KAWASAN KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH (Dessy Saputra, 2022)
PENDETEKSIAN PANCARAN RADON (222RN) PADA TANAH DI BEBERAPA KAWASAN ACEH BESAR (Nadia Millati, 2022)
PENGUKURAN PAPARAN GAS RADON (222RN) DI PERUMAHAN PANTAI BARAT SELATAN WILAYAH ACEH DENGAN MENGGUNAKAN DETEKTOR PASIF JALUR ALFA (Tiara Inabela, 2014)
IDENTIFIKASI KANDUNGAN GAS RADON DALAM TANAH DI KAWASAN PADAT PENDUDUK PERUMAHAN RINDAM IM MATA IE, ACEH BESAR (Bika Kurniadi, 2017)
KAPASITAS GAYA LATERAL DINDING INTERLOCKING BRICKS PADA BANGUNAN SEDERHANA (FITRAH ASYADID H, 2021)