Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
YAMSIL MUHAMMAD - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sufardi - 196211171987021001 - Dosen Pembimbing I
ilyas yunus - - - Dosen Pembimbing II
Yadi Jufri - 196511271990091001 - Penguji
Zuraida - 196903101994032002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1605108010037
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Yamsil Muhammad. 1605108010037. Evaluasi Sifat Kimia Tanah pada Kebun Kopi Arabika Organik dan Anorganik di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dibimbing oleh Sufardi sebagai pembimbing ketua dan Ilyas sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Kopi arabika adalah salah satu komoditi ekspor unggulan Indonesia yang telah dikenal di pasar domestik maupun internasional. Kopi arabika tumbuh baik di dataran tinggi Gayo yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo lues. Hampir keseluruhan keluarga di dataran tinggi Gayo menggantungkan hidupnya pada kebun kopi arabika. Terdapat dua sistem pengelolaan kopi arabika yaitu sistem budidaya orgnaik dan anorganik. Tanaman kopi arabika memiliki kebutuhan unsur hara ynang tinggi, terutama untuk agar tetap baik, ketidak seimbangan hara akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman kopi. Dari berbagai teknik pengelolaan kopi maka akan berbeda pula dampaknya terhadap kualitas tanah. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat kimia tanah pada kebun kopi arabika organik dan anorganik di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah.
Lokasi studi ini terdapat di di Gampong Blang Gele Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah pada koordinat 4037’57.18”LU 96048’25.16”BT dengan luas areal masing-masing sekitar 5.000 m2. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada titik-titik sampel pewakil dari masing-masing kebun kopi arabika dengan menggunakan bor tanah. Sampel tanah yang diambil adalah sampel tanah lapisan atas (0–20 cm) dan sampel lapisan tanah bawah (20–40 cm).
Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa pengelolaan kopi arabika secara organik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kualitas tanah dibandingkan pengelolaan secara anorganik. Beberapa sifat kimia tanah seperti pH (H2O), K dapat ditukar (K-dd), kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) mempunyai kualitas yang lebih tinggi pada lahan kopi arabika organik dibandingkan lahan kopi arabika anorganik. Kendala utama pada lahan kopi arabika organik adalah rendahnya P-tersedia, sedangkan pada lahan kopi anorganik ada dua kendala yaitu pH tanah masam dan kejenuhan basa yang rendah.
TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Elka Mulyadi, 2019)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DAN KARAKTERISTIK PETANI DALAM PENGEMBANGAN KOPI ARABIKA ORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Busra Aradi, 2025)
KEBERADAAN PENYAKIT KARAT DAUN (HEMILEIA VASTATRIX BERK. ET BR.) PADA LAHAN SISTEM BUDIDAYA KOPI ORGANIK DAN ANORGANIK DI KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA (MARIO PANI, 2019)
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH SAWAH YANG MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK DI DESA KRUENG LAMKAREUNG KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (Azhari, 2018)