Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KESIAPSIAGAAN IBU DENGAN UPAYA MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN PADA ANAK DI BANDA ACEH
Pengarang
CUT AIZIMA PUTROE - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Marlina - 197704092003122001 - Dosen Pembimbing I
Halimuddin - 196706261990011001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1812101010100
Fakultas & Prodi
Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keperawatan (S1)., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
615.954
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keracunan makanan pada anak merupakan keadaan yang membutuhkan pertolongan segera, hal ini memerlukan perhatian untuk mencegah kematian. Faktor terbanyak yang menyebabkan keracunan makanan ialah pengolahan makanan yang menyebabkan patogen bertahan lama dalam makanan tersebut, persiapan yang terlalu lama sebelum makanan dihidangkan dan makanan yang tidak sesuai dengan standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini 412 ibu murid SDN 16 Banda Aceh. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dan dengan metode proporsional sampling dengan total sampel sebanyak 88. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value= 0,025, ada hubungan pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,005, ada hubungan kebijakan dan panduan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,030, ada hubungan rencana tanggap darurat dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,026, ada hubungan sistem peringatan dini dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,017, serta ada hubungan mobilisasi sumber daya dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,023. Rekomendasi peneliti ialah agar ibu dapat penyuluhan terkait pencegahan keracunan makanan pada anak guna untuk meningkatkan pengetahuan, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini serta mobilisasi sumber daya.
Food poisoning is not unusual and is most commonly found in primary school children compared to the cases in children at other school levels. Poisoning requires immediate help because if not, the patient may experience disability and even death. The objective of this study was to find the correlation between mother preparedness and food poisoning prevention in children in Banda Aceh. This quantitative study employed a descriptive – correlative design and a cross-sectional study approach. A number of 412 mothers of the students of State Elementary School 16 of Banda Aceh were the population members in this study. By using a non probability sampling technique, namely proportionate sampling, 88 mothers were chosen as the samples. In conducting the study, the researcher distributed questionnaires and did structured interviews. Through a chi-square test, it was found that there was a correlation between the mothers’ preparedness and food poisoning prevention in children with p-value of 0.025. Specifically, there was a correlation between their knowledge and the food poisoning prevention in children with p-value of 0.005, between their policies/guidance and the food poisoning prevention in children with p-value of 0.030, between their plans for emergency preparedness and the food poisoning prevention in children with p-value of 0.026, between their early warning system and the food poisoning prevention in children with p-value of 0.017, and between resource mobilization and the food poisoning prevention in children with p-value of 0.023. Hence, it is suggested that the health workers provide socialization regarding the prevention of food poisoning in children in order to improve every element of the prevention efforts.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN FOOD-BORNE DISEASE (PENYAKIT YANG DITULARKAN OLEH MAKANAN) YANG DILAKUKAN PEDAGANG MAKANAN DI KOTA BANDA ACEH (Dea Fitria, 2018)
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT (FITRI ULVIA, 2015)
THE FULFILLMENT OF RIGHT TO EDUCATION OF CHILDREN IN CONFLICT WITH THE LAW AT LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) CLASS II JAKARTA (Farah Fadhilah, 2021)
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 70 KOTA BANDA ACEH (Annisa, 2023)
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN IBU DAN JUMLAH ANAK DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS JAYA BARU BANDA ACEH (Annisa Soraya Putri, 2014)