Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



HUBUNGAN ANTARA INDEKS ATEROGENIK PLASMA TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN STENOSIS …

Umar Ar Rasyidin Lubis

Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan prevalensi di Provinsi Aceh (1,6%) berada di atas rata-rata nasional. Indeks Aterogenik Plasma (IAP), yang dihitung melalui logaritma rasio Trigliserida terhadap HDL-C, dianggap sebagai indikator kuat keberadaan partikel small dense LDL (sdLDL) yang bersifat sangat pro-aterogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IAP dengan derajat keparahan stenosis arteri koro…

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN RISIKO KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DI ACEH

BUNGA RISA SAFITA

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan sekumpulan gejala yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan lumen arteri koroner yang terdiri atas tiga spektrum besar yaitu STEMI, NSTEMI, dan UAP. Terdapat tiga mekanisme utama yang mendasari patofisiologi SKA yaitu rupturnya plak, erosi plak, dan non-aterosklerotik. Ketiga hal tersebut dapat disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas simpatis yang mempengaruhi kadar sitokin inflamasi dalam plasma. Peningkatakan aktivitas simpatis ini bisa di…

HUBUNGAN RASIO MONOSIT-HIGH DENSITY LIPOPROTEIN TERHADAP DIAMETER ARTERI KORO…

Malahayati

Latar Belakang Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh penyempitan lumen arteri koroner akibat proses aterosklerosis sehingga terjadi penimbunan lipid serta jaringan fibrosa dalam lumen arteri secara progresif. Rasio monosit – High Density Lipoprotein (RMH) mencerminkan keseimbangan proaterogenik dan antiaterogenik dan peningkatan nilai RMH berhubungan dengan keberadaan dan progresivitas serta tingkat keparahan obstruksi aterosklerosis koroner. Metode Pen…

HUBUNGAN SELF CARE DAN SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN PREVALENSI PENYAKIT JANTUNG…

IRNA SILVIA AL AMNA

Sedentary lifestyle dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk atau berbaring. Sedentary lifestyle suatu kondisi kurangnya aktivitas fisik yang dapat menghambat resiko penyakit jantung koroner, salah satu cara untuk mencegah yaitu dengan Self care yang baik, mencakup pengelolaan stres, pola makan sehat, serta aktivitas fisik yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara …

HUBUNGAN KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENY…

Kenel Pabuti

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang berhubungan erat dengan meningkatnya risiko komplikasi kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner (PJK). Hemoglobin A1c (HbA1c) menjadi salah satu parameter penting dalam menilai kontrol glikemik jangka panjang dan sering dikaitkan dengan risiko terjadinya PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah terdapat hubungan antara kadar HbA1c pada pasien DMT2 dengan kejadian PJK yang menjalani perawatan rawat jalan di Polik…

HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT JANTUNG KORON…

KHAIRUNISA

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Derajat keparahan PJK dapat dinilai menggunakan skor GRACE yang banyak digunakan sebagai alat stratifikasi risiko klinis pada pasien sindrom koroner akut. Konsumsi kopi hitam sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya di Aceh, sering dikaitkan dengan risiko kardiovaskular, namun hasil penelitian mengenai hubungannya dengan keparahan PJK masih menunjukkan temuan …

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENYAKIT JANTUNG K…

zakiarrahman

Seorang penderita PJK dapat mengalami kecemasan ketika orang itu menyadari bahwa adanya ancaman yang terjadi terhadap dirinya. Pada penderita PJK yang mengalami kecemasan dibutuhkan peranan penting dukungan sosial terutama dukungan keluarga yang merupakan orang terdekat penderita sehingga penderita PJK tidak mengalami kecemasan yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien PJK di Rumah Sakit Umum dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. …

MODIFIKASI MODEL SUSCEPTIBLE-EXPOSED-INFECTED (SEI) UNTUK PEMODELAN PENYAKIT …

Wardatul Jannah

ABSTRAK Penelitian ini berkaitan dengan penerapan modifikasi model Susceptible Exposed Infected (SEI) dalam memodelkan penyebaran penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit jantung koroner memiliki dua faktor resiko yaitu faktor internal dan faKtor eksternal. Penelitian ini hanya mengkaji faktor resiko eksternal. Model SEI merupakan suatu model yang diterapkan untuk memodelkan penyebaran penyakit di dalam suatu populasi. Model SEI telah dimodifikasi untuk penyakit jantung koroner berupa suat…

PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DALAM MENG…

Izzatun Nisa

Tingginya tingkat kecemasan serta terputusnya perawatan kesehatan akibat gempa bumi dan tsunami menjadikan penderita penyakit jantung koroner rentan terhadap resiko perburukan penyakit, eksaserbasi, bahkan kematian mendadak akibat serangan jantung. Untuk mengurangi hal tersebut, penderita penyakit jantung koroner harus memiliki kesiapsiagaan yang cukup dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesiapsiagaan penderita jantung koroner dalam mengha…

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER D…

LINTA RIZEKA

ABSTRAK Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian dan kecacatan utama global. Jumlah kasus PJK di Provinsi Aceh berada di atas rata-rata nasional Indonesia. Salah satu faktor risiko dominan pemicu terjadinya PJK adalah merokok. Prevalensi perokok di Indonesia sangat tinggi, terutama pada rentang usia 20-24 tahun yang merupakan usia mahasiswa. Tingginya prevalensi perokok pada usia muda dapat menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian PJK di kemudian hari. Salah satu fakt…




    SERVICES DESK