Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TAHUN 2003-2023 DI KABUPATEN GAYO LUES

Tutih Melani

Penutup lahan atau land cover dapat diartikan sebagai representasi kondisi fisik permukaan bumi yang menunjukkan keberadaan vegetasi, perairan, atau elemen lain yang menyusun ekosistem pada suatu kawasan. Kondisi penutup lahan ini tidak bersifat statis, melainkan mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh beragam faktor, baik yang berasal dari proses alamiah maupun akibat aktivitas manusia. Transformasi penutup lahan yang berlangsung dengan cepat dan tanpa pengelolaan yang baik dapat menimbulk…

IDENTIFIKASI AMFIBI DIURNAL DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BELIMBING KABUPATEN AC…

MUTIA ZIKRIYAH

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati amfibi yang tinggi, termasuk keanekaragaman amfibi. Amfibi merupakan salah satu bentuk keanekaragaman hayati dari kelompok fauna di Indonesia yang berkontribusi pada ekosistem di habitat perairan, daratan, dan arboreal. Secara ekologis, amfibi sensitif terhadap perubahan lingkungan termasuk suhu, perubahan tutupan lahan, dan kelembapan, sehingga dapat berfungsi sebagai bio-indikator untuk mendeteksi kerusakan lingkungan…

PEMANTAUAN KEANEKARAGAMAN MAMALIA MENGGUNAKAN SMART PATROL DI WILAYAH SPTN I…

YOKO FERDINAL SILAEN

Keanekaragaman hayati merupakan aset penting yang mencerminkan kestabilan ekosistem suatu wilayah, khususnya mamalia yang berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan. Pemantauan keanekaragaman mamalia menjadi langkah strategis dalam upaya konservasi, terutama di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang dikenal sebagai habitat berbagai spesies langka dan dilindungi. Pendekatan berbasis teknologi seperti SMART Patrol memungkinkan pengumpulan data satwa l…

KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR DALAM EKOSISTEM TEMBAKAU RAKYAT PADA DUA …

TRISNA RIZKI WULANDARI

Arthropoda predator adalah pemangsa organisme lain yang hidup secara bebas di alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dapat menyerang mulai dari fase pradewasa hingga fase dewasa. Mereka memerlukan beberapa mangsa sepanjang hidupnya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan populasi hama di lapangan. Ekosistem pertanian di Indonesia yang beriklim tropis sebenarnya memiliki banyak jenis musuh alami yang secara efektif dapat menekan populasi hama. Namun, penggunaan pestisida sintetis …

ANALISIS PERILAKU MAKAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) PASCA REINTRODUKSI …

Siska Umi Wirda

Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan satwa arboreal yang sebagian besar hidupnya di atas kanopi pohon. Populasi liar orangutan sumatera tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Salah satu upaya konservasi penting untuk menyelamatkan spesies ini dari ancaman kepunahan adalah melalui program reintroduksi, yaitu pengembalian individu orangutan ke habitat alaminya. Pengembangan keterampilan orangutan terbatas pada kondisi alam di mana tempat mencari makan orangutan sangat kompleks, ke…

IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASANRN OBJEK WISATA ALAM S…

RIDHA ILAHIYA

Objek wisata alam adalah tempat wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik dalam keadaan alami maupun setelah ada usaha budi daya. Objek wisata alam dapat berupa bentuk lahan atau keindahan lanskap. Kegiatan wisata alam berdampak terhadap perubahan lingkungan, seperti kerusakan ekosistem, polusi dan limbah yang menjadi habitat dari flora dan fauna. Burung (Aves) merupakan sekelompok hewan yang bertulang belakang (vertebrata) dan termasuk hewan berdarah panas. Tujuan peneliti…

ANALISIS RESPON ORANGUTAN SUMATERA TERHADAP SIMULASI ANCAMAN DI STASIUN PENEL…

FERNANDO RAMANDHA RAHMAN

Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan primata arboreal berstatus sangat terancam punah akibat kerusakan habitat dan konflik dengan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon orangutan sumatera terhadap simulasi ancaman predator (suara harimau) dan aktivitas manusia (suara gergaji mesin) di Stasiun Penelitian Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2025 dengan metode eksperimen lapangan melalui pemutaran suara (playback audio) pada …

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG BERDASARKAN TIPE HABITAT DI GAMPONG HAKIM BALE B…

NAUFAL HAFIZH

Indonesia menyediakan berbagai tipe habitat alami untuk spesies burung. Burung dapat menempati tipe habitat yang beranekaragam, baik habitat hutan maupun habitat bukan hutan seperti tanaman perkebunan, tanaman pertanian, pekarangan, gua, padang rumput, savana dan habitat perairan. Penyebaran jenis burung dipengaruhi oleh kesesuaian lingkungan tempat hidup burung, meliputi adaptasi burung terhadap perubahan lingkungan, kompetisi dan seleksi alam Kondisi Habitat yang masih baik akan dimanfaatk…

EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN UDANG AIR TAWAR LOKAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN BU…

Dedi Fazriansyah Putra

Udang air tawar (ordo Decapoda) merupakan komoditas perikanan penting yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi tinggi, namun pengembangannya di Provinsi Aceh masih sangat minim meskipun wilayah ini kaya akan sumber daya air tawar. Udang air tawar dari genus Macrobrachium dan Caridina sangat berkontribusi dalam keseimbangan ekosistem perairan dan memiliki dampak ekonomi serta ekologi yang signifikan bagi manusia. Selain menjadi bagian dari rantai makanan dan pendukung keseimbangan ekosistem, ud…

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN MANGROVE BAITUSSALAM, ACEH BESAR

Luthfia Najeha

Penelitian ini mengkaji keanekaragaman jenis burung di kawasan mangrove Baitussalam, Aceh Besar, dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis spesies burung yang hidup di wilayah tersebut. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan di Desa Lambada Lhok dan Cadek menggunakan metode point count dan transek garis, serta pencatatan data jenis, jumlah, dan aktivitas burung. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat puluhan spesies burung, baik burung menetap maupun migran, yang te…




    SERVICES DESK