KAJIAN PENGERINGAN IRISAN UBI JALAR (IPOMEA BATATAS L) DENGAN RENGGUNAKAN PEN…
Ubi jalar (Ipomea Batatas L.) merapakan komoditas tanaman pangan sumber kalbohidrat selain beras belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan juga memperpanjang umur simpan produk, pengolahan ubi jalar menjadi tepung dapat dijadikan salah satu
alternatif pilihan utama karena dibandingkan dengan produk setengah jadi lainnya, produk dalam bentuk tepung lebih tahan lama untuk disimpan. Teknologi pe…
ANALISIS KINERJA DAN KONSUMSI ENERGI PENGERING SURYA HIBRID UNTUK PENGERINGAN…
Manisan pain adalah produk andalan yang dihasilkan dari buah pala. Untuk
menghasilkan manisan pala yang berkualitas bagus, maka perlu penanganan
pascapanen yang benar salah satunya adalah pengeringan. Berdasarkan survey
lapangan diketahui bahwa selama ini pengeringan manisan pala yang dilakukan
masyarakat masih menggunakan metode penjemuran, namun sistem pengeringan
tersebut dirasa kurang efektif dari segi waktu dan kapas itas pengeringan. Penggunaan
alat pengering diharapkan dapat …
PENINGKATAN KUALITAS BIJI DAN PRODUK KAKAO (THEOBROMA CACAO L) MELALUI FERMEN…
Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh pada kelembapan dan temperatur yang agak tinggi, dan tumbuh baik diantara 20°LS dan 20°LU. Secara garis besar tananan kakao membutuhkan temperatur rata-rata 25°C dengan temperatur harian terendah rata-rata tidak kurang dari 15°C. Temperatur rendah menyebabkan proses pembungaannya terhambat.
Buah kakao dapat diolch menjadi produk-produk berbasis coklat dan lemaknya …
ANALISIS EFISIENSI DAN EKONOMI PADA ALAT PENGERING SURYA UNTUK PENGERINGAN…
Irvan Hilmi Mudir. 0405106010019.
Analisis Energi dan Ekonomi pada Alat Pengering Surya untuk Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dibimbing oleh Andriani Lubis, S.TP, M.Si sebagai pembimbing utama Hendri Syah, S.TP, M.Si sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Pengeringan merupakan suatu cara yang digunakan untuk mempertahank.an mutu suatu produk. Proses pengeringan berhubungan dengan perpindahan panas dan massa, oleh sebab itu diperlukan energi. Pengeringan buatan (artifici…
KAJIAN FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN PADA MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L)
RINGKASAN Kakao merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang memiliki prospek cukup cerah sebab permintaan di dalam negeri juga semakin kuat dengan semakin berkembangnya sektor agroindustri. Di pihak lain ada kecenderungan timbulnya faktor-faktor pembatas di negara-negara pengekspor kakao. Hal ini akan menguatkan perkakaoan kita. Salah satu tahapan penting dalam penanganan pasca panen kakao adalah proses fermentasi. Penanganan pasca panen kakao dimulai sejak pemetikan buah, fermentasi …
KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) MENGGUNAKAN PENGERING SURY…
Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi yang dibudidayakan di
Indonesia dan menjadi prioritas utama dalarn pcngcrnbangan pertanian untuk
meningkatkan pendapatan nasional dalam sektor perkebunan. Biji kakao di Aceh
umumnya bermutu rendah, hal ini dikarenakan produk kakao yang dihasilkan
berasal dari pcrkcbunan rakyat, yang penanganan pasca panennya masih tergolong
konvensional, seperti proses pcngeringannya masih menggunakan lahan
penjemuran yang kontak dengan lingkungan. Penge…
PENGERINGAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE BAK MODEL …
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting
selain gandum dan padi. Penduduk beberapa wilayah di Indonesia
menggunakannya sebagai bahan pangan pokok. Selain itu, jagung juga
digunakan sebagai pakan ternak. Salah satu tahapan penting dalam penanganan
pasca panen jagung adalah proses pengeringan. Proses pengeringan yang
umum dilakukan di rnasyarakat yaitu dengan cara konvensional, yaitu dengan
memanfaatkan sinar matahari. Yang menjadi kendala dalam proses
penger…
KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI M…
RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di Provinsi Aceh beberapa tahun belakangan ini. Produksi kakao Aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. Kebanyakan kebun kakao yang ada di Aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. Pada umumnya masyarakat di Aceh mengeringkan biji k…
PERBANDINGAN KINERJA ALAT PENGERING APKOMPA DAN APH UNTUK PENGERINGAN PISANG
RRINGKASAN
Pisang merupakan komoditas yang cepat membusuk setelah dilakukan pemanenan, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang memadai agar mutunya dapat dipertahankan dan daya simpan serta daya gunanya dapat ditingkatkan. Penelitian tentang perbandingan kinerja alat pengering prsang dengan sumber panas kolektor surya parafin (APKOMPA) dan pemanas listrik /heater (APH) dilakukan sebagai suatu upaya dalam rangka memperbaharui metode pengeringan tradisional. Penelitian ini bertujuan…
PERENCANAAN SISTEM PENGERING BIJI COKLAT DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI RUMAH KACA
Proses pengeringan biji coklat secara traclisional yaitu penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas lantai semen atau diatas kertas plastik ditempat terbuka. Kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu jika penjemuran dilakukan cliatas lantai semen atau diatas kertas plastik, temperatur yang diterima oleh biji coklat tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawa…