KAPASITAS MOMEN BALOK BETON BERTULANG UMUR MUDA DENGAN PENAMBAHAN KALSIUM KLO…
ABSTRAK
Peningkatan kebutuhan akan percepatan proses tercapainya kekuatan beton memerlukan informasi teknologi campuran beton menggunakan CaCl2 (accelerating admixture) yang dapat merealisasikan pembangunan struktur dalam keadaan mendesak. Penelitian ini dilakukan untuk mencari persentase CaCl optimum yang dapat ditambahkan pada campuran beton untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kapasitas momen balok beton bertulang dengan fas 0,40. Untuk mendapatkan persentase optimum tersebut pada ben…
ANGKA PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN NON DESTRUCTIVE TEST DAN DESTR…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka perbandingan non destructive test dengan destructive test. Non destructive test menggunakan Hammer test dan Ultrasonic test sedangkan Destructive test mengunakan Loading test (uji pembcbaraan). Benda uji yang digunakan adalah silinder berdiameter I5 cm, tinggi 36 cm dan kabus tinggi I5 cm, lebar I5 cm, dan panjang 15 cm, dengan dua tipe seMen yaitu semen tipe Il dan semen tipe II yang diperoduksi PT, Semen …
ANALISA PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING GLASS RE…
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh menyebabkan peningkatan
kebutuhan material. Salah satu alternatif untuk material pasangan dinding digunakan
Glass Reinforcement Concrete (GRC) yang dapat dicari dalam waktu yang singkat,
mempunyai kuat tekan yang tinggi, mamp menahan gaya gempa, dan dapat
menghemat waktu pemasangan. Namun GRec ini belum memiliki analisa harga
satuan dalam penggunaannya. Atas dasar inilah muncul gagasan untuk…
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHA…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradasi perbedaan gradasi agregat terhadap kuat lentur beton dengan menggunakan bahan tambahan silica fume. Perbedaan gradasi agregat berdasarkan diameter maksimum agregat yaitu 31.5 mm; 25,4 mm; dan 19,1 mm, sedang kan persentase penambahan silica fume
sebesar 5%, 7% dan 9%, dengan faktor air semen 0,4. Benda uji yang digunakan adalah balok beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm sebanyak 60 benda uji.
Pengujian kua…
STUDI KOMPARASI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN GRADASI HASIL DAUR …
ABSTRAK
Semakin meningkatnya pemakaian agregat untuk bahan konstruksi perkerasan jalan semakin berkurang sumber penganbilan agregat itu sendiri Akibatnya diperlukan suatu bahan alternatif yang lebih ekonomis dan memenuhi peryartaan Salah satu alternatif adalah daur ulang dimana material lama yang tidak dipakai lagi dimanfaatkan kembali untuk pembangunan jalan dengan menambahkan material baru. objek penelitian ini adalah aspal beton bekas yang berasal dari jalan Banda Aceh - Medan Km…
PENGARUH PENAMBAHAN ASPAL EMULSI TERHADAP PERMEABILITAS TANAH LEMPUNG EKSPANS…
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aspal emulsi (AE) sebagai bahan stabilisasi kimia terhadap koefisien permeabilitas tanah lempung ckspansif (TLE) artifisial. Tanah lempung yang menjadi objek penelitian ini berasal dari Desa Doy, Kecamatan Ulee Kareng. Kota Banda Aceh Aspal emulsi yang digunakan berasal dari pabrik PT. Hutama Prima, Cilacap, Jawa Tengah. Tanah lempung Desa Doy tersebut dicampurkan dengan bentonit agar bersifat ekspansif berat denga…
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 D…
Suhu pemadatan campuran beraspal untuk lapisan AC-WC menggunakan Retona Blend 55 adadah 150 oC, Dalam kenyataan di laparkan jarak antara AMP (Asphalt Miring Plano) dengan lokasi penghamparan campuran aspal cukup jauh, sehingga dapat menyebabkan penurunan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah campuran aspal dengan aditif lateks yang telah mengalami penurunan suhu dapat dipanaskan ulang dan kemudian dipergunakan
kembali. Pada penelitian ini diba…
STUDI KARAKTERISTIK MARSHALL TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI BUTIRAN AKIBAT PEMA…
Tugas akhir ini berjudul " Studi Karakteristik Mrshall terhadap perubah koposisi butiran akibat pemadatan , Objek penelitian ini adalah perubahan komposisi butiran akibat pemadatan Modified Proctor di bandingkan dengan gradasi terbuka yang tidak mengalami peradatan dengan percobaan Marshall variasi kadar aspalnya yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5% da 7% dan di beri 2 X 50 tumbukan. Material yang digunakan adalah agregat batu alam yang berasal dari Simpang Rima, Aceh Besat, aspa…
KAJIAN PENGARUH SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN DENGAN BAHAN ADITIF LATEKS TE…
Aspal merupakan material perekat yang bersifat termoplastis, yang pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat dan akan mencair jika dipanaskan. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan temperatur. Bersama dengan agregal, aspal merupakan material pembentuk campuran perkerasan jalan. Dalam proses pencampuran dan pemadatan aspal dan agregat perlu adanya perencanaan suhu pencampuran dan pemadatan. Bina Marga menetapkan suhu pencampuran pa…