Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM REHABILITASI HUTAN DAN …

SUPRI HARIADI

Kerusakan hutan dan degradasi lahan merupakan tantangan serius bagi keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) digagas pemerintah untuk memulihkan fungsi ekologis dan sosial kawasan hutan. Kabupaten Gayo Lues, sebagai daerah dengan tutupan hutan luas namun terdegradasi, menjadi lokasi penting untuk implementasi program ini. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh tingkat kepuasan masyarakat sebagai peneri…

PENGARUH JUMLAH SADAPAN TERHADAP GETAH PINUS (PINUS MERKUSII JUNGH. ET DERNVR…

DEWI DAMAYANTI

Abstrak. Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa lahan yang mengandung sumber daya hayati yang didominasi pepohonan dalam lingkungan alamnya, yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Getah pinus dapat diperoleh dengan cara dilukai atau disadap. Getah pinus dapat menghasilkan manfaat berupa gondorukem dan terpentin. Kegunaan gondorukem adalah sebagai pernis, bahan pembuatan sabun, bahan pembuatan batik, bahan las, tinta printer, cat, dll. Terpentin dapat digunakan sebagai pengencer cat …

ANALISIS PERTUMBUHAN SENGON WAMENA (FALCATARIA FALCATA (L.) GREUTER & R. RANK…

JELITA BR SEMBIRING

Sengon wamena (Falcataria falcata (L.) Greuter & R. Rankin) dikenal sebagai pohon cepat tumbuh dengan potensi ekonomi yang tinggi. Sengon wamena termasuk ke dalam famili Fabaceae. Sengon wamena merupakan salah satu komoditas tanaman hutan yang memiliki kelebihan yaitu mudah dibudidaya, mudah tumbuh, mampu memperbaiki kualitas tanah serta memiliki nilai komersial. Banyaknya fungsi dan potensi sengon wamena, diperkirakan akan menjadi salah satu komoditas kayu yang penting di masa mendatang khus…

ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP EMISI KARBON DIOKSIDA DAN C…

Baratut Taqiah

Deforestasi mengacu pada perubahan lahan hutan menjadi non-hutan akibat aktivitas manusia. Emisi karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfer, yang dapat terjadi melalui berbagai mekanisme seperti respirasi makhluk hidup, dekomposisi bahan organik, dan pembakaran biomassa. Cadangan karbon merujuk pada jumlah karbon yang disimpan dalam ekosistem, terutama dalam bentuk vegetasi seperti pohon, tanaman, dan semak, serta dalam tanah dan bahan organik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menge…

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KONSERVASI TINGGI ( STUDI KASU…

Zahrawi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi masyarakat dan hubungan keeratan antara faktor ekonomi terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan (agar Mar Jantho. Penelitian ini dilaksankan di desa-desa yang berada sekitar kawasan cagar alam Jantho Kecamtan Kola Jantho Kabupaten Aceh besar Provinsi aceh. Penelitian mengunakan metade survei dengan purposive sampling. yang dilaksanakan dengan cara wawancara langs…

ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG SECARA BERKELANJUTAN DI ACEHRN(S…

Teuku Muhammad Zulfikar

Peranan hutan secara langsung (tangible) dapat sebagai sumber bahan baku kayu serta berbagai keanekaragaman hayati lainnya yang memiliki manfaat besar bagi manusia. Sementara peranan hutan secara tidak langsung (intangible) dapat sebagai penyedia udara (oxygen), pengatur tata air, penyerap karbondioksida, serta berbagai jasa lingkungan lainnya. Kebijakan pengelolaan hutan Aceh untuk mendukung fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganali…

PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS GAMPONG (LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA) DI GAMPONG …

LINDA PUSPITA SARI

Tergerak rasa tanggung jawab agar tidak berbentur dengan pemerintah mengenai pembagian batas hutan, masyarakat dan aparatur Gampong Jambo Papeun mengambil peran untuk menjaga kelestarian hutan maka terbentuklah “Lembaga Pengelola Hutan Desa" untuk mengambil tindakan atas diklaim hutan lindung dari pihak-pihak luar di Gampong Jambo Papeun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan hutan dan tantangan yang dihadapi oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa dalam menjaga h…

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN ADAT DI DESA CAP…

ARISKI HIDAYAH RAMDHANI

Desa Capa Paloh merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Mukim Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Secara geografis desa ini berada di kawasan yang dikelilingi oleh hutan, perbukitan, serta lahan pertanian yang menjadikannya sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Letaknya cukup terpencil, namun memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, khususnya hutan adat. Secara demografis, penduduk desa…

EVALUASI KEBERHASILAN REHABILITASI MANGROVE DI KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUM…

GRACE FIDELSIA BR MARBUN

Hutan mangrove merupakan sekumpulan tumbuhan yang hidup di sepanjang sungai, muara sungai, atau rawa yang keberadaanya dipengaruhi pasang surutnya air laut. Tanaman yang berada di dalam ekosistem hutan mangrove saling berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya yaitu bersifat biotik dan abiotik. Keberadaan hutan mangrove semakin terancam oleh karena ulah manusia, tanpa memperdulikan dampak yang terjadi pada ekosistem mangrove. Rehabilitasi mangrove merupakan upaya untuk memperbaiki mangrove yan…

INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT (STU…

Irna Wati

RINGKASAN Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan benda-benda hayati, non hayati dan turunannya serta jasa yang berasal dari hutan. Hasil hutan tidak hanya berasal dari kayu, tetapi hutan juga menghasilkan aneka ragam benda hayati lainnya berupa hasil hutan bukan kayu antara lain bambu, rotan, buah-buahan, rumput-rumputan, jamur-jamuran, tumbuhan obat, getah-getahan, madu, satwa liar, satwa elok, serta sumber plasma nuftah. Tumbuhan HHBK sering dimanfaatkan oleh manusia. Bentuk pemanfaatan…




    SERVICES DESK