STUDI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAK TANUR CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI…
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAK TANUR
CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON ASPAL
(BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55)
Oleh :
Chaira
NIM. 1209200060093
Komisi Pembimbing :
1. Dr. Ir. Muhammad Isya, M.T.
2. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh M.Sc. Eng.
ABSTRAK
Indonesia merupakan daerah yang memiliki areal perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Aceh Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh merupakan daerah penghasil minyak kelapa sawit…
ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI DENGAN VARIA…
Beton mutu tinggi dibentuk dengan nilai FAS yang rendah, sehingga
membutuhkan semen dalam jumlah yang besar, agregat serta penggunaan bahan
tambahan / additive (silica fume) dan admixture superplasticizer. Sementara itu
ketersediaan material yang berasal dari sungai dan batuan alam semakin
berkurang jumlahnya Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang
penggunaan bahan tambahan pengganti tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kapasitas lentur balok beton b…
PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN, AGREGAT HALUS, DAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEK…
ABSTRAK
SNI 03-6468-2000 mendefinisikan beton mutu tinggi sebagai beton yang mempunyai kuat tekan yang disyaratkan lebih besar sama dengan 41,4 MPa. Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan penambahan atau mensubstitusikan bahan lain kedalam campuran beton. Pada penelitian ini, peneliti mensubstitusikan semen, agregat halus, dan agregat kasar pada campuran beton mutu tinggi dengan fly ash batu bara, cangkang sawit, pasir pozzolan, serta menambahkan nanomaterial bijih besi sebagai fill…
- Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh - 2017
- Baca Selengkapnya
ANALISISPOTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIRDI BAWAH JEMBATANPRESTRESS REUSE…
ABSTRAK
Pada hari Rabu 7 Desember 2016, pukul 05.04 WIB terjadi gempa cukup kuat di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Menurut data BMKG, gempa ini berkekuatan 6,5 SR dengan pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT pada kedalaman 15 km. Berdasarkan pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Pusat Gempa Bumi Nasional (PUSGEN) kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan kerusakan geologi berupa pergeseran tanah, retakan tanah, dan likuifaksi. Zona likuifaksi tersebar …