AKTIVITAS SITOTOKSIK SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK N-HEKSANA DAUN BENA…
Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas sitotoksik senyawa metabolit sekunder ekstrak n-heksana daun benalu kopi (Loranthus parasiticus) terhadap sel P388. Ekstraksi 680 g daun L. parasiticus dengan pelarut n-heksana menghasilkan ekstrak n-heksana sebanyak 16,61 g(2,4%). Ekstrak n-heksana difraksinasi secara kromatografi kolom vakum cair (KKVC) dengan pelarut n-heksana:etil asetat:metanol (gradien elusi) menghasilkan 5 fraksi gabungan…
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAUN TUMBUHAN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA )
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak n-heksana, etil
asetat dan metanol daun tumbuhan biduri (Calotropis gigantea) terhadap Artemia
salina dengan metode Brine shrimp. Daun biduri dimaserasi menggunakan pelarut
n-heksana, etil asetat dan metanol sehingga diperoleh rendemen berturut-turut 1,16%,
1,10% dan 4,22%. Ekstrak etil asetat selanjutnya dipisahkan dengan kromatografi
kolom cair vakum, sehingga diperoleh tiga fraksi gabungan yaitu fraksi I, …
Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Kulit Batang Biduri (Calotropis gigantea)
Penelitian uji aktivitas sitotoksik ekstrak kulit batang Calotropis gigantea telah dilakukan terhadap bioindikator Artemia salina, pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Brine shrimp lethality test (BSLT). Kulit batang C. gigantea dimaserasi menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana, sehingga diperoleh ekstrak pekat masing-masing 29,9; 9,9; dan 20 gram. Ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksana dilakukan uji aktivitas sitotoksik terhadap A. salina, dan diuji f…