PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PURWARUPA ALAT PEMARUT SAGU PORTABLE UNTUK INDUST…
1. Alat parut sagu yang telah dihasilkan pada perencanaan dan perancangan ini adalah alat parut sagu bertenaga motor bakar 4 Tak 4,8 HP, dengan diameter silinder parut 16,8 cm, panjang 35 cm dan kecepatan putar 3600 rpm.
2. Dengan adanya pabrikasi dan aplikasi teknologi alat pemarut sagu pada industri di pedesaan, akan medorong pengembangan agroindustri dengan peran utama adalah petani. secara langsung akan bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat, perbaikan pendapatan dan kesejahteraan, peny…
ANALISIS TEKNOEKONOMI TERHADAPRN PEMARUT SAGU MEKANISRN( STUDI KASUS PABRIK …
Isna Juwita. 0705106010021. Analisis Teknoekonomi Terhadap Pemarut Sagu Mekanis (Studi Kasus Pabrik Gilingan Sagu Alue Jareng Kabupaten Pidie), di bawah bimbingan : Sri Hartuti, S.TP., MT Sebagai Pembimbing Utama dan Raida Agustina, S.TP., M.Sc. Sebagai Pembimbing Anggota
RINGKASAN
Sagu merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat lebih tinggi daripada bahan pangan pokok lainnya seperti beras. Tepung sagu juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan makanan yang lebih m…
PENYALUTAN GARAM MAGNESIUM DENGAN CAMPURAN MATRIKS SAGU DAN ABU SEKAM PADI SE…
ABSTRAK
Kata Kunci: control realise fertilizer, pengeluaran pupuk terkontrol, magnesium nitrat,sagu, abu sekam padi
Telah dilakukan penelitian tentang penyalutangaram magnesium dengan campuran matriks sagu dan abusekam padi sebagi alternative pupuk slow release. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan massa optimal campuran matriks sagu dan abu sekam padi sebagai matriks untuk menghasilkan pellet garam magnesium yang berpotensi sebagai pupuk slow release serta pengaruh …
KECERNAAN IN VITRO AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN ASPERGILLUS NIGER…
KECERNAAN IN VITRO AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger DENGAN PENAMBAHAN SUMBER KARBOHIDRAT YANG BERBEDA
OLEH
Dewi Walchamarani Br Purba
0905104010006
ABSTRAK
Potensi penggunaan ampas sagu sebagai pakan memiliki faktor pembatas karena kandungan protein kasar rendah dan serat kasar tinggi, yang berakibat pada rendahnya kecernaan. Peningkatan kualitas ampas sagu dapat dilakukan melalui teknologi fermentasi, salah satunya dengan menggunakan kapang Aspergill…
PENGARUH PERSENTESE GEL DAN LAMA WAKTU PEREBUSAN PADA PEMBUATAN MIE SAGU
Sagu (Metroxylon sp) merupakan salah satu komoditi pertanian di Indonesia. Sejauh ini penggunaan pati sagu belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembuatan mie. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan mie sagu dengan menggunakan pengaruh persentase gel dan lama waktu perebusan untuk menghasilkan produk mie basah yang bermutu baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah persentase gel…
SINTESIS DAN UJI KINERJA PUPUK UREA SLOW RELEASE PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAG…
Kata Kunci : urea slow release, pengaruh, kesetaraan dosis, pertumbuhan, Zea mays L.
????Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan uji kinerja pupuk urea slow release pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan pupuk urea slow release dan urea prill terhadap tinggi dan diameter batang, serapan nitrogen, dan efesiensi serapan nitrogen tanaman jagung, serta kesetaraan dosis dari penggunaan pupuk urea slow release d…
PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI AMPAS SAGU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 100.0…
Prarancangan pabrik Bioetanol ini menggunakan ampas sagu sebagai
bahan baku. Kapasitas produksi pabrik Bioetanol ini adalah 100.000 Ton/Tahun
dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah
Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf.
Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 160 orang.
Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Tebing Tinggi, Kabupaten Meranti,
Provinsi Riau dengan luas tanah 30.000 m2…
PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI AMPAS SAGU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 100.0…
Prarancangan pabrik Bioetanol ini menggunakan ampas sagu sebagai
bahan baku. Kapasitas produksi pabrik Bioetanol ini adalah 100.000 Ton/Tahun
dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah
Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf.
Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 160 orang.
Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Tebing Tinggi, Kabupaten Meranti,
Provinsi Riau dengan luas tanah 30.000 m2…