Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



SINTESIS SENYAWA KOMPLEKS KOMPOSIT ZN-LIGNIN DARI SABUT KELAPA (COCOS NUCIFER…

Tasya Ulfika

Sabut kelapa merupakan residu lignoselulosa yang melimpah namun pemanfaatan ligninnya masih terbatas, meskipun memiliki potensi bioaktivitas yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi lignin dari sabut kelapa dan mensintesis Zn–lignin, serta mengevaluasi karakteristik struktural, toksisitas, dan aktivitas antimikrobanya. Lignin diisolasi melalui metode ekstraksi alkali, kemudian dikomplekskan dengan ion Zn²⁺ menggunakan prekursor zink sulfat dalam kondisi berair dan suh…

EFEKTIVITAS SILASE SABUT KELAPA MUDA (COCOS NUCIFERA L.) SEBAGAI PENGGANTI SI…

RIAN WIDAYAT

Kambing Sapera adalah salah satu jenis kambing perah yang dapat dibudidayakan di Indonesia, dan merupakan hasil persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing Saanen. Aspek pakan sangat penting pada pemeliharaan ternak, karena pengaruhnya terhadap produksi ternak. Hijauan adalah pakan utama bagi ternak ruminansia, karena sekitar 60-70% pakan untuk ternak ruminansia bersumber dari hijauan. Namun, ketersediaan hijauan bagi ternak mengalami fluktuasi sepanjang tahun, sehingga diguna…

PERFORMA PRODUKSI KAMBING SAPERA AKIBAT PEMBERIAN SUBSTITUSI SILASE SABUT KEL…

IMAMMUL ALDI

RINGKASAN Silase sabut kelapa muda (Cocos nucifera L.) merupakan pakan ternak alternatif yang diperoleh melalui proses fermentasi secara anaerob. Teknik ensilase ini bertujuan untuk meningkatkan daya simpan, nilai nutrisi, serta ketersediaan pakan serat sepanjang musim, khususnya pada saat hijauan seperti rumput gajah sulit diperoleh. Pemanfaatan limbah sabut kelapa muda sebagai bahan silase menawarkan potensi yang besar, mengingat ketersediaannya yang melimpah dan kandungan serat kasarnya y…

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SABUT KELAPA DENGAN PROSES PIROLISIS DAN A…

Erma Deliani

Studi pembuatan karbon aktif dari serabut kelapa dan uji kinerjanya terhadap logam (Pb2') telah dilakukan. Aktivasi dilakukan dengan cara pirolisis yaitu mengalirkan gas CO2. temperatur pirolisis divariasikan dari 350, 400, 450 dan 500 C dengan waktu pyrolisis 0,5, 1, 1,5 dan 2 jam. Kemudian performance karbon aktif terhadap timbal dilakukan dengan menggunakan metode AAS. Yield karbon aktif tertinggi dihasilkan sebesar 42,5 % oleh karbon aktif y…

PEMBUATAN PULP DARI SABUT KELAPA DENGAN SISTEM ORGANOSOLV

Mukhsin Abdullah

ABSTRAk Penelitian permanfaatan sabut kelapa sebagia bahan baku pembuatan pulp bertujuan untuk mencari kondisi optimum proses de delignisikasi, yaitu pengaruh temperatur pemasakan, waktu pemasakan, dan konsentrasi katalis NaOH. Kondisi optimum adalah kondisi yang memberikan yield pulp dengan kandungan a­ selulosa tinggi, sehingga memenuhi syarat sebagai bahan baun pembuatan kertas. Proses organosvole adalah proses yang menggunakan larutan emasak etanol dan NaOH sebagai katalis Pem…

PEMBUATAN PULP DARI SABUT KELAPA DENGAN SISTEM ORGANOSOL

Muhammad Fadhil

Penelitian pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan baku pembuatan pulp bertujuan untuk mencari kondisi optimum proses delignifikasi, yaitu pengaruh temperatur pemasakan, waktu pemasakan, dan konsentrasi katalis NaOH Kondisi optimum adalah kondisi yang memberikan yield pulp dengan kandungan a­ selulosa tinggi, sehingga memenuhi syarat sebagai bahan baku pembuatan kertas. Proses organosolv adalah proses yang menggunakan larutan penasak etanol…

PENGARUH LAMA INKUBASI BIOCHAR SABUT KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR T…

Putri Nadia Riana

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Kelebihan sawi mampu tumbuh baik di daratan rendah maupun daratan tinggi. Sawi mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis krop, kubis bunga, dan brokoli. Biochar merupakan padatan arang tinggi karbon (C) hasil konversi biomassa diproses dengan pembakaran tidak sempurna dan minimum oksigen (pirolisis). Penggunaan biochar pada tanah diyakini mampu meningkatkan sifat kimia tanah. Penambahan bahan organi…

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOA…

Keumala Cutra S Zein

Penelitian ini melaporkan hasil penelitian pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap sifat yang meliputi pengujian kuat tekan yang dilakukan pada benda uji kubus ukuran mekaris beton busa, I0 cm x I0 cm x 10 cm x sebanyak 27 benda uji, pengujian kuat tarik belah pada benda uji selinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 27 benda uji, dan pengujian kuat tarik lentur pada uji balok ukuran 40 cm x I0 cm x I0 cm sebanyak 27 benda uji dengan Faltor Air Semen (FAS) yang …

TINGKAT KECERAHAN SERAT SABUT KELAPA DENGAN MELIHAT FAKTOR LAMA PERENDAMAN DA…

Aulia Rahman

Serat sabut kelapa merupakan jaringan berupa benang atau pita panjang yang terdapat pada sabut kelapa. Dewasa ini pemanfaatan serat sabut kelapa semakin meningkat` sesuai dengan produk-produk yang dapat dihasilkan dengan menggunakan serat sabut kelapa. Dengan meningkatnya permintaan pasar akan serat `sabut kelapa. maka kualitas mutu serat pun harus ditingkatkan` salah satu nya dengan meningkatkan kecerahan dari serat sabut kelapa. Penelitian …

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOA…

AULIA ISMATULLAH

Penelitian ini melaporkan basil penelitian pengaruh penambahan serat alami terhadap sifat mekanis beton busa berupa kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat tarik lentur. Jenis serat alami yang diuji adalah serat sabut kelapa. Jumlah serat yang ditambahkan bervariasi, yaitu sebanyak 0,5 %; 1,0 %, dan 1,5 %. Panjang serat untuk sabut kelapa adalah 25 mm dengan diameter rata-rata serat adalah 0,2 mm. Serat sabut kelapa yang digunakan pada penelitian i…




    SERVICES DESK