PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL MGH2 / FE2O3
Kendala utama yang menghambat pada aplikasi bahan bakar fuel cell untuk kendaraan saat ini adalah tabung penyimpan hidrogennya (On Board Storage). Oleh sebab itu penelitian ini ingin menjelaskan serangkaian kajian terhadap material penyimpan hidrogen berbasis MgH2, di mana MgH2 dipadukan dengan katalis Fe2O3 sebesar 5 wt% dan dipreparasi dengan teknik mechanical alloying dengan variasi waktu 3 jam, 5 jam dan 7 jam. Sampel Fe2O3 diperoleh dari lokasi pertambangan PT. Lhong Setia Minning (LSM) …
PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN MATERIAL KOMPOSIT D…
Material komposit yang diperkuat dengan serat rubek (Calotropis gigantean) dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan dan memiliki keunggulan seperti, ringan, mudah dalam pembuatan. Dalam penelitian ini serat rubek digunakan sebagai bahan penguat komposit dan resin poliester sebagai matriknya. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh parameter pemotongan terhadap kekasaran permukaan dan melihat kualitas bahan hasil proses milling. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay up. C…
PENGARUH WAKTU MILLING DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP PEMBENTUKAN FASA BESI SER…
The production of local mineral in Indonesia is untill now still limited. Actually, the potential and deposite are rich and spread in many place, but the process from raw material to pig iron product is not optimal yet. The iron sands is one of local mineral that could be obtained for increasing added value. Motivated by this, in this work, the manufacture of iron sand was done using direct reduction technique by compact coals as reductor. The carbon compound of coals were using for releasing…
PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN
TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN MATERIAL
KOMPOS…
Sabut merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa,yaitu 35% dari berat keseluruhan buah,dan serat dapat diproses menjadi serat berkaret ,maktras,karpet dan produk-produk kerajinan industri rumah tangga,Perkembangan industri-industri di negara kita yang kian pesat, menuntut penggunaan mesin-mesin produksi otomatis. Akan tetapi Perusahaan kecil (home industry) yang berkembang di Indonesia pada umumnya masih menggunakan teknologi yang tergolong sederhana. Pada suatu pabrik misalnya, be…
PENGARUH KONDISI CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN CUTTER END MILL HSS PADA P…
Gesekan yang dialami cutter end mill oleh permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong pada saat proses pemesinan berlangsung mengakibatkan keausan cutter end mill . Keausan cutter end mill ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel proses, yakni jenis proses permesinan, material benda kerja dan cutting tools, geometri cutting tools, kondisi permesinan/pemotongan dan cairan pendingin (coolant) yang dipergunakan. Cutter end mil ltidak dapat digunakan se…