Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

PEMETAAN TINGKAT BAHAYA EROSI DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI KECAMATAN KOTA J…

MAULANA ABDUL HAKIM

ABSTRAK Tanah, air, udara merupakan sumber daya alam utama yang sangat penting dalam kehidupan terutama dibidang pertanian. Oleh karena itu keadaan tanah harus selalu dijaga dan dilestarikan agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya begitu juga dengan air dan udara yang berpengaruh terhadap pembentukan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permeabilitas tanah terhadap erosi di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survei y…

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HUTAN MANGGROVE DAN BENCANA DI DESA L…

Muhammad Fajrianda

ABSTRAK Salah satu penyebab bencana banjir di pesisir pantai yaitu penebangan pohon mangrove, dan juga pengalihan fungsi tambak hutan mangrove menjadi lahan sawit atau kawasan penduduk. Oleh karena itu, konservasi hutan mangrove dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Leuge terhadap konservasi hutan mangrove dan ancaman bencana sebelum dan sesudah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami (Tahun 2004); me…

  • Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh - 2017
  • Baca Selengkapnya

HUBUNGAN PARTISIPASI NELAYAN DAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN…

Zilvi Aulia Rahmi

Kabupaten Aceh Besar mempunyai 23 Kecamatan dan 8 diantaranya berada di pesisir.Kecamatan Peukan Bada merupakan kawasan pesisir yang masyarakatnya sebahagian besar merupakan nelayan.Nelayan Peukan Bada berjumlah 211 nelayan yang melakukan penangkapan ikan di kawasan konservasi perairan daerah Pulau Tuan. Kawasan konservasi perairan daerah Pulau Tuan telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan daerah dengan SK Bupati Aceh Besar Nomor 190 tahun 2011 tentang pembentukan kawasan konserv…

  • FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA, Banda Aceh - 2017
  • Baca Selengkapnya

PENERAPAN SUMUR RESAPAN (EKO-DRAINASE) MELALUI PANEN HUJAN (RAINWATER HARVEST…

Rika Yulita

Pembangunan Universitas Syiah Kuala berdampak besar terhadap perubahan tata guna lahan yang dulunya merupakan kawasan tangkapan hujan, kini berubah menjadi areal terbangun. Fakultas Teknik menjadi salah satu kawasan terbangun tersebut yang terletak di komplek Universitas Syiah Kuala Jalan T. Nyak Arif Darussalam Banda Aceh. Lahan terbangun yang terdapat pada lingkungan Fakultas Teknik tersebut berupa bangunan kampus, lahan parkir, musholla, kantin dan lapangan olahraga. Hal tersebut mengakiba…

IDENTIFIKASI JENIS, PARAMETER BIOLOGI DAN STATUS KONSERVASI HIU DI PELABUHAN …

Helmi Caesar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status konservasi dan jenis-jenis hiu yang didaratkan di pelabuhan perikanan Muncar serta menganalisis parameter biologi mengunakan nisbah kelamin dan hubungan panjang dan berat. Penelitian dilaksankan di UPT-PP Muncar, Banyuwangi selama tiga bulan pada 1 November 2016 sampai dengan 31 Januari 2017, metode yang digunakan adalah metode survei dengan cara pengumpulan data primer dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada nelayan terkait Penelitian da…

  • FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA, Banda Aceh - 2017
  • Baca Selengkapnya

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN INTENSITAS DAN FR…

Ratu Diana Maisurah

ABSTRAK Maisurah, Diana, R. 2017. Persepsi Masyarakat terhadap Faktor-faktor yang Menyebabkan Intensitas dan Frekuensi Konflik antara Gajah dengan Manusia Di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing (1) Dr. Abdullah M.Si., (2) Devi Syafriyanti, S.Pd., M.Si Kata Kunci: Gajah Sumatera, Persepsi, Faktor Penyebab Konflik, Frekuensi Konflik, Intensitas K…

  • FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA, Banda Aceh - 2017
  • Baca Selengkapnya

ANALISIS KESESUAIAN HABITAT RUSA SAMBAR (CERVUS UNICOLOR KERR, 1792) DI KAWAS…

Dewi Sulma

Abstrak Penelitian analisis kesesuaian habitat bertujuan mengetahui kawasan yang sesuai untuk rusa sambar berdasarkan penggunaan faktor habitat dan sumber daya. Pengamatan dilakukan di Kawasan Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, mulai tanggal 13-20 pebruari 2016. Metode penelitian meliputi: (1) kajian penggunaan faktor habitat dan sumber daya oleh rusa sambar dengan cara line transek dalam habitatnya dan (2) analisis kesesuaian habitat dengan me…

PENGARUH FAKTOR – FAKTOR PRODUKSIBERBASIS KONSERVASI TERHADAP HASIL MINYAK …

A G U S T I A R

Rendahnya produktivitas dan mutu minyak nilam antara lain disebabkan rendahnya mutu genetik tanman, tehnologi budidaya yang masih sederhana dan belum menerapkan tehnik konservasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penggunaan faktor produksi berbasis konservasi terhadap hasil minyak nilam di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat. Penelitian menggunakan metode survey dengan faktor-faktor produksi yang diamati terdiri dari organik dan anorganik. Analisis data diguna…

  • Program Studi Magister Konservasi Sumber Daya Lahan, Banda Aceh - 2014
  • Baca Selengkapnya

PELAKSANAAN PENYIDIKAN OLEH BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DALAM PENERAPAN…

Elyanur

ELYANUR, 2014 ABSTRAK PELAKSANAAN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM TERHADAP SATWA LIAR YANG DILINDUNGI (SUATU PENELITIAN DI KANTOR BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM ACEH) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (iv, 66), pp, tabl, bibl, app. (MUKHLIS. S.H, M.HUM) Pasal 39 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya telah memberikan kewenangan khusus kepada Penyidik Pe…

SUATU TINJAUAN TERHADAP KETENTUAN PIDANA MEMPERNIAGAKAN SATWA YANG DI LINDUNG…

T. Febri Ramadhan

Dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya mengenai larangan perniagaan menyebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk “menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup” dan diancam dengan Pasal 40 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.00…


    SERVICES DESK