ESTIMASI DEBIT AKUIFER MENGGUNAKAN PARAMETER TRANSMISIVITAS DAN KONDUKTIVITAS…
Daerah Kecamatan Woyla, Aceh Barat dikenal memiliki potensi akuifer yang signifikan, tetapi mengalami pompanisasi berlebihan dan mengalami kekurangan ketersediaan air secara ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari keberadaan akuifer dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Berdasarkan penampang geolistrik resistivitas yang didapatkan akan dilakukan proses estimasi debit akuifer, estimasi debit akuifer tersebut menggunakan persamaan Darcy, dimana transmisivitas, konduktivita…
PERHITUNGAN ULANG ALAT PENUKAR KALOR PADA UNIT PENCAIRAN GAS ALAM PT. ARUN NGL
System pencairan gas alam merupakan kemajuan teknologi dalam memperkecil volume gas yang disebut liquefaction dengan beberapa tahapan untuk memperkecil volume dengan perbandingan 630: 1. Artinya bila gas sejumlah 630 m3 maka setelah dicairkan menjadi 1 m3 cairan LNG, dengan demikian jumlah quantitas dalam pengangkutan dapat diperbesar, system pencairan ini tidak terlepas dari media pendinginan dan penyerapan unsur-unsur kotoran dari gas murni oleh karena …
KONDUKTIVITAS LISTRIK AIR SUMUR DI DAERAH YANG TERKENA GELOMBANG …
Penelitian Ini merupakan suatu penelitian terhadap nilai konduktivitas listrik air sumur di daerah yang terkena gelombang tsunami dan sekitarnya, khususnya kecamatan Sytah Kuala dan Ulee Kareng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konduktivitas listrik pada air sumur di daerah yang terkena gelombang tsunami Dengan mengetahui nilai konduktivitas listrik air sumur dl daerah tersebut maka akan diketahui kelayakan air …
ANALISA KONDUKTIVITAS TERMAL BETON BUSA (FOAMED CONCRETE)
Telah dilakukan penelitian analisa konduktivitas termal beton busa yang merupakan salah satu jenis dari beton ringan yang campurannya terdiri dari semen, air dan busa. Sampel dibuat dengan variasi berat jenis 0,9, 1,0 dan 1,4. Untuk pengambilan data konduktivitas termal, sampel dibuat dengan ukuran I5 x 15 x 1 cm3. Konduktivitas termal beton busa diukur dengan menggunakan seperangkat alat konduktivitas termal, sedangka…
KONDUKTIVITAS TERMAL BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) BERISI SERAT IJUK
Telah dilakukan penelitian konduktivitas termal beton busa berisi serat ijuk, salah satu jenis beton ringan yang campurannya terdiri dari semen, air, dan busa. Sampel dibuat di Laboratorium Struktur Jurusan Tehnik Sipil Fakultas Tehnik Universitas Syiah kuala, dengan variasi berat jenis (SG) 1.0 dan 1.4 serta persentase serat ijuk yaitu 0,5%, 1,5%, dan 2%. Untuk pengukuran konduktivitas terrnal sampel dibuat dengan ukuran 15x 15x 1 cm3. Hasil pengukuran konduktivita…
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KONDUKTIVITAS TERMAL BET…
Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap konduktivitas termal beton busa. yang merupakan salah satu jenis dari beton ringan yang campurannya terdiri dari semen, air dan busa. Sampel dibuat oleh Teknik SipiJ Jurusan Struktur dengan variasi berat jenis (SG) 1.0 dan 1.4 serta Variasi persentase serat sabut kelapa yaitu 0.5% ; 1.0%; dan ; 1 .5%. Untuk pengambilan data konduktivitas termal, sample …
IDENTIFIKASI SEBARAN PASIR BESI DI PESISIR PANTAI BENTENG LUBOK, DESA LAMREH,…
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang Identifikasi sebaran pasir besi di pesisir pantai
benteng Lubok Desa Lamreh, Aceh Besar dengan menggunakan metode Very
Low Frekuensi berbasis Resistivity mode (VLF-R). Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) Memprediksi struktur bawah permukaan pasir besi 2D bedasarkan resistivitas
pasir besi bedasarkan data VLF. (2) Melakukan interpretasi 2D struktur bawah
permukaan pasir besi. Data VLF-R diukur pada 3 lintasan,…
DISTRIBUSI KONDUKTIVITAS LISTRIK PADA PATAHAN SUMATERA, SEGMEN ACEH BERDASARK…
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang distribusi konduktivitas listrik pada patahan Sumatera, segmen Aceh berdasarkan interpretasi 2D data Magnetotellurik (MT). Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah MTU-5A buatan Phonix Geophysic, Canada, dengan range frekuensi yang digunakan yaitu mulai dari 1.02-320 Hz. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan yang memotong jalur Patahan Sumatera, Lintasan pertama (Lintasan Cb) sepanjang 89 Km dan Lintasan kedua (Lintasan Db) 120 Km. Data yan…