Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PENGARUH KERAPATAN TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSII JUNGH. ET DE VRIESE) TERHADA…

Ayu Melda Maghfira

Tahura Pocut Meurah Intan merupakan kawasan konservasi yang didominasi oleh tegakan Pinus merkusii dan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan tegakan pinus, frekuensi kebakaran, serta mengkaji hubungan antara kerapatan tegakan dan tingkat kerentanan kebakaran hutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung di lapangan menggunakan 20 plot uku…

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM REHABILITASI HUTAN DAN …

SUPRI HARIADI

Kerusakan hutan dan degradasi lahan merupakan tantangan serius bagi keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) digagas pemerintah untuk memulihkan fungsi ekologis dan sosial kawasan hutan. Kabupaten Gayo Lues, sebagai daerah dengan tutupan hutan luas namun terdegradasi, menjadi lokasi penting untuk implementasi program ini. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh tingkat kepuasan masyarakat sebagai peneri…

KEANEKARAGAMAN ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA KAWASAN HUTAN DESA KETAMBE KECAMATA…

Aminah

Abstrak. Ketambe merupakan salah satu dari 25 desa di Kecamatan Ketambe. Desa ini memiliki hutan Desa yang dikelola oleh lembaga swadaya masyarakat. Hutan tersebut berpotensi sebagai hutan wisata. Hutan yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Louser ini memiliki keanekaragaman anggrek yang informasinya masih belum banyak diketahui. Tetapi populasi anggrek di daerah Hutan Desa Ketambe memang benar adanya. Oleh karena itu perlu di lakukan penelitian tentang keanekaragaman jenis a…

ANALISIS PERTUMBUHAN SENGON WAMENA (FALCATARIA FALCATA (L.) GREUTER & R. RANK…

JELITA BR SEMBIRING

Sengon wamena (Falcataria falcata (L.) Greuter & R. Rankin) dikenal sebagai pohon cepat tumbuh dengan potensi ekonomi yang tinggi. Sengon wamena termasuk ke dalam famili Fabaceae. Sengon wamena merupakan salah satu komoditas tanaman hutan yang memiliki kelebihan yaitu mudah dibudidaya, mudah tumbuh, mampu memperbaiki kualitas tanah serta memiliki nilai komersial. Banyaknya fungsi dan potensi sengon wamena, diperkirakan akan menjadi salah satu komoditas kayu yang penting di masa mendatang khus…

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KONSERVASI TINGGI ( STUDI KASU…

Zahrawi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi masyarakat dan hubungan keeratan antara faktor ekonomi terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan (agar Mar Jantho. Penelitian ini dilaksankan di desa-desa yang berada sekitar kawasan cagar alam Jantho Kecamtan Kola Jantho Kabupaten Aceh besar Provinsi aceh. Penelitian mengunakan metade survei dengan purposive sampling. yang dilaksanakan dengan cara wawancara langs…

ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG SECARA BERKELANJUTAN DI ACEHRN(S…

Teuku Muhammad Zulfikar

Peranan hutan secara langsung (tangible) dapat sebagai sumber bahan baku kayu serta berbagai keanekaragaman hayati lainnya yang memiliki manfaat besar bagi manusia. Sementara peranan hutan secara tidak langsung (intangible) dapat sebagai penyedia udara (oxygen), pengatur tata air, penyerap karbondioksida, serta berbagai jasa lingkungan lainnya. Kebijakan pengelolaan hutan Aceh untuk mendukung fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganali…

PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS GAMPONG (LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA) DI GAMPONG …

LINDA PUSPITA SARI

Tergerak rasa tanggung jawab agar tidak berbentur dengan pemerintah mengenai pembagian batas hutan, masyarakat dan aparatur Gampong Jambo Papeun mengambil peran untuk menjaga kelestarian hutan maka terbentuklah “Lembaga Pengelola Hutan Desa" untuk mengambil tindakan atas diklaim hutan lindung dari pihak-pihak luar di Gampong Jambo Papeun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan hutan dan tantangan yang dihadapi oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa dalam menjaga h…

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN ADAT DI DESA CAP…

ARISKI HIDAYAH RAMDHANI

Desa Capa Paloh merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Mukim Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Secara geografis desa ini berada di kawasan yang dikelilingi oleh hutan, perbukitan, serta lahan pertanian yang menjadikannya sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Letaknya cukup terpencil, namun memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, khususnya hutan adat. Secara demografis, penduduk desa…

INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT (STU…

Irna Wati

RINGKASAN Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan benda-benda hayati, non hayati dan turunannya serta jasa yang berasal dari hutan. Hasil hutan tidak hanya berasal dari kayu, tetapi hutan juga menghasilkan aneka ragam benda hayati lainnya berupa hasil hutan bukan kayu antara lain bambu, rotan, buah-buahan, rumput-rumputan, jamur-jamuran, tumbuhan obat, getah-getahan, madu, satwa liar, satwa elok, serta sumber plasma nuftah. Tumbuhan HHBK sering dimanfaatkan oleh manusia. Bentuk pemanfaatan…

KEANEKARAGAMAN LUMUT EPIFIT (BRYOPHYTA) DI KAWASAN RESORT PENGELOLAAN HUTAN (…

WINDA MUSTIKA

Lumut merupakan salah satu komponen penting dalam kawasan hutan, lumut berperan dalam keseimbangan dan siklus hara hutan, berfungsi sebagai substrat, sumber makanan dan tempat bersarang bagi organisme hutan lainnya. Lumut epifit merupakan lumut yang hidup menempel pada batang pohon. Keberadaan lumut epifit pada suatu kawasan dapat menjadi indikator perubahan kondisi lingkungan atau perubahan habitat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis Indeks Nilai Penting (…




    SERVICES DESK