Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

PENGARUH WAKTU APLIKASI CENDAWAN BEAUVARIA BASSIANA DALAM MENEKAN PERKEMBANGA…

ROUZATUL NAFISAH

Abstrak. Ubi jalar (Ipomea batatas L.) merupakan tanaman pangan penghasil karbohidrat peringkat keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu. Produksi ubi jalar di Aceh pada tahun 2014 adalah 9,70 ton/tahun, sedangkan pada tahun 2015 produksi ubi jalar menurun menjadi 8,93 ton/tahun. Salah satu kendala dalam mempertahankan produksi dan kualitas ubi jalar adalah akibat serangan hama Cylas formicarius (Coleoptera: Curculionidae) atau yang lebih dikenal dengan hama boleng. Tujuan dari penelitian i…

UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP SERAN…

DINDA KARTIKA M

Abstrak. Boleng (Cylas formicarius F.) merupakan hama utama yang menyerang pertanaman ubi jalar dan menyebabkan kehilangan hasil antara 10-80% tergantung lokasi. Pengendalian hama ini umumnya menggunakan insektisida kimia, namun memiliki dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan varietas tahan. Varietas tahan merupakan salah satu metode pengendalian hama terpadu (PHT) yang murah, mudah dan ramah lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah unt…

PENGATURAN WAKTU PANEN PADA DUA VARIETAS UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) DALAM…

RIENI YULIARTI

RINGKASAN Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ubi jalar ke dua setelah Amerika Latin. Perkembangan produksi ubi jalar di Indonesia sampai saat ini masih terbilang rendah karena beberapa faktor seperti umur, jenis atau varietas, kesuburan tanah, ketinggian tempat penanaman, iklim (musim tanam), serta gangguan hama dan penyakit. Hama boleng (Cylas formicarius F.) merupakan hama utama yang menyerang tanaman ubi jalar. Penggunakan insektisida untuk mengendalikan hama boleng …


    SERVICES DESK