Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHA…

Nelly Safrina

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradasi perbedaan gradasi agregat terhadap kuat lentur beton dengan menggunakan bahan tambahan silica fume. Perbedaan gradasi agregat berdasarkan diameter maksimum agregat yaitu 31.5 mm; 25,4 mm; dan 19,1 mm, sedang kan persentase penambahan silica fume sebesar 5%, 7% dan 9%, dengan faktor air semen 0,4. Benda uji yang digunakan adalah balok beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm sebanyak 60 benda uji. Pengujian kua…

PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN RETONA BLE…

Yusri Zikigusfijar

Suhu pemanasan campuran aspal di AMP adalah sekitar 160°C. Suhu penghamparan dan pemadatan sekitar 110C dan pemadatan sudah harus selesai sebelum suhu campuran berada di bawah 80C. Akibat jarak AMP dengan lokasi proyek jauh, seringkali persyaratan suhu tersebut tidak dapat dipenuhi hingga campuran panas tidak dapat digunakan lagi dan campuran beton aspal tersebut harus dibuang akibat campuran beton aspal sudah tidak bisa dipadatkan lagi. Hal tersebut m…

PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN TAMBAH BAN…

Sukandar

Abstrak Beton aspal adalah jenis perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan atau tanpa bahan tambahan. Material-material pembentuk beton aspal dicampur di instalasi pencampuran pada suhu tertentu, kemudian diangkut ke lokasi. dihamparkan. dan dipadatkan. Dalam proses pengangkutan campuran untuk pemadatan kemungkinan terjadinya perubahan cuaca. misalnya hujan. Kondisi ini menyebabkan campuran beraspal tersebut tidak dapat dihamparkan. Biasanya, aspal yang tidak…

PENGARUH PEMANASAN BERULANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN BET…

Eka Marlina

Proses pengangkutan yang jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP) ke lokast proyek menyebabkan menurunnya suhu campuran beraspal. Biasanya campuran yang sudah mengalami penurunan suhu tersebut dibuang. Mengingat aspal bersifat termoplastis yang bila dipanaskan mencair dan akan berfungsi sebagai bahan pengikat, maka dlakukan proses pemanasan berulang, sehmngga diharapkan campuran tersebut akan kembah menghasilkan kekuatan, walaupun kualtasny…

PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUHU EKSTRIM SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON TERHADAP KU…

Budi kurniawan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengunaan air bersuhu ekstrim sebagai bahan campuran beton terhadap kuat lentur beton. Kegiatan penelitian ini meliput penelitian kuat lentur beton terhadap beton yang menggunakan accelerator dan retarder. Suhu air untuk campuran beton yang digunakan adalah air panas (100°C) dan air dingin (10®C). Jumlah accelerator dan retarderer yang dipakai adalah 025%; 0,50%; dan 0,75% dri berat semen. Accelerator y…

SINERGISASI AGREGAT BUATAN DAN AGREGAT ALAM DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KAR…

Junaidi

Tugas akhir ini melaparkan pengunaan agregat buatan dalam campuran beton dan pengaruhnya terhadap kuat tekan beton. Penggunan agregat buatan ini dilatar belakangi oleh eksploitasi yang tidak terkontrol terhadap material galian C yang mengakibatkan rusaknya lingkungan berapa erosi dan turunnya permukaan sungai yang bisa menyebabkan banjir serta mengancam infrastruktur di sekitar Daerah AIIran Sungai (DAS). Dari ciri fisik dan bentuknya yang berupa padatan pejal serta bah…

PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUHU EKSTRIM SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON TERHADAP KU…

Muhammad Iqbal Rizki

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengunaan air dengan suhu ekstrim sebagai bahan campuran beton terhadap kuat tarik belah beton akibat penambahan accelerator dan retarder dcngan mcmbandingkannya tcrhadap beton yang menggunakan air pada suhu normal tanpa penambahan accelerator clan retarder. Subu air untuk campuran bcton yang digunakan adalah air panas (100 C) dan air dingin (10 C). Accelerator yang digunakan berjenis…

PENGARUH PERSENTASE JUMLAH AGREGAT PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR B…

Nofi Ariyani

Penelitian ini bertujuan untuk. mengetahui pengaruh persentase jumlah agregat terhadap kuat lentur beton pada campuran beton normal. Benda uji yang digunakan adalah benda uji balok beton berukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm berjumlah 90 benda uji. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,35; 0,40; 0,45, tinggi slump 750-100 mm dan diameter agregat maksimum yang digunakan 25,4 mm. Pengujian kuat lentur dilakukan pada saat beton b…

KAJIAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP PENGARUH SUHU CAMPURAN DAN PEMADATAN BERD…

Mirzan

Aspal merupakan material perekat yang bersifat termoplastis, akan menjadi lebih lembek bila dipanaskan dan menjadi keras saat didinginkan. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan temperatur. Material aspal yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal Merk Esso dengan Penetrasi 60/70. Material agregat yang digunakan merupakan agregat bergradasi rapat tipe IV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu campuran dan pemadatan berdasarkan 2 metode y…

PENGGANTIAN AGREGAT KASAR SECARA PARSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT MEKAN…

T. Alfa Tommy

Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari dan meneliti pengaruh agregal buatan keramik dan kaca terhadap sifat mekanis beton. Dewasa ini eksploitasi terhadap material galian C' cenderung meningkat secara signifikan sehingga efek negatifdari hal tersebut mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti terjadinya erosi dan penurunan permukaan sungai disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagai suatu varian beton alternatifyang bertujuan untuk mereduksi penggunaan m…




    SERVICES DESK