KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN MENGGUNAKAN AGREGAT GRADASI RAPAT …
Penggunaan campuran aspal panas (hot mix) dalam jumlah sedikit dianggap kurang efisien karena memerlukan suhu tertentu untuk penghamparan dan pemadatannya, oleh karena itu untuk pekerjaan pemeliharaan seperti patching dapat menggunakan alternatif lain yaitu campuran aspal emulsi dingin (CAED) yang tanpa suhu tertentu dan pemadatan yang dapat ditunda. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kadar aspal residu optimum (KARO), mengetahui karakteristik CAED menggunakan agregat bergadasi…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT D…
Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ketempat lainnya (Bukhari ddk, 2005). Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Aspal emulsi adalah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi. Aspal emulsi memiliki tingkat viskositas yang rendah, sehingga tidak perlu dipanaskan dan tidak menimbulkan polusi, hemat biaya dan waktu. Untuk dapat meningkatkan kepadatan dan keku…
KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL AC-BC PADA VARIASI SUHU PENCAMPURAN MENGGU…
ABSTRAK
Selama ini material untuk pengikat hotmix menggunakan aspal penetrasi sepenuhnya, sementara banyak bahan-bahan lain yang dapat digunakan sebagai bahan substitusi aspal sehingga dapat mengurangi penggunaan persentase aspal dalam suatu campuran. Beberapa material sisa/limbah yang terdapat di alam dan dapat digunakan dalam campuran beton aspal sebagai bahan substitusi salah satunya adalah plastik PVC. Pada penelitian ini dilakukan substitusi plastik PVC berupa serpihan sebesar 1,5% …
KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL AC-BC PADA VARIASI SUHU PENCAMPURAN MENGGU…
ABSTRAK
Pemanfaatan bahan-bahan bekas yang terdapat di alam dapat digunakan dalam campuran aspal yang dapat meningkatkan kualitas campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall Aspal Beton Lapis Antara (AC-BC) menggunakan campuran aspal penetrasi 60/70 dengan tanpa zat aditif dan variasi persentase zat aditif plastik PVC 0,5% dan 1% pada suhu pencampuran aspal 145oC dan 160oC. Benda uji masing-masing dibuat 3 benda uji pada persentase kadar aspal 4…
PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP PERMEABILITAS D…
ABSTRAK
Penggunaan bahan tambahan pada aspal yaitu styrofoam dapat meningkatkan kualitas campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan styrofoam sebagai bahan substitusi aspal penetrasi 60/70 terhadap permeabilitas dan durabilitas campuran aspal porus. Material yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70, agregat batu pecah, filler dan styrofoam. Benda uji yang dibuat terdiri dari tiga kelompok yaitu: benda uji campuran aspal porus dengan aspal pene…
TINJAUAN PENGGUNAAN AGREGAT BEKAS PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN PENG…
ABSTRAK
Kerusakan pada lapisan perkerasan jalan tidak dapat dihindari, sehingga diperlukan pemeliharaan. Pemeliharaan jalan biasanya dilakukan dengan menambah lapisan baru diatas permukaan jalan lama (overlay) yang dapat menyebabkan elevasi muka jalan terus bertambah dan keterbatasan persediaan aspal keras sebagai bahan pengikat. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara pengerukan lapis permukaan sebelum dilakukan pelapisan baru. Untuk memanfaatkan hasil kerukan yang terbuang s…
PENGGUNAAN LIMBAH BATUBARA DENGAN SUBSTITUSI PASIR SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA…
Perkembangan konstruksi jalan di Indonesia semakin waktu terus meningkat dan sebagian besar merupakan konstruksi lapisan lentur, dimana lapis permukaan jalan menggunakan bahan pengikat aspal. Peningkatan konstruksi jenis ini terus dilakukan, sehingga membutuhkan upaya-upaya dalam meningkatkan struktur perkerasan jalan itu sendiri, maka dicari alternatif-alternatif bahan untuk dicampur dengan aspal maupun agregat. Salah satu alternatif bahan yang dapat dipakai adalah limbah batubara yang belum…