PENGARUH METODE DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA COCO…
Di Nanggroe Aceh Darussalam tanaman kakao baru berkembang dengan pesat pada tahun l980-an, yang tersebar di daerah Aceh Utara. Pidie, Bireuen Aceh Timur dan Aceh Barat. Luas areal tanaman kakao dan produksinya setiap tahun cenderung meningkat. terutama dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2005 total areal tanaman kakao di Aceh 26.908 Ha. sedangkan 2006 meningkat mencapai 38.434 Ha dengan daya produksi 14.866 ton dengan rata-rata produktivitasnya …
PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN PENAMBAHAN NATRIUM KARBONAT (NA2COJ) TERHADAP MU…
RINGKASAN
Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan terutama untuk diolah menjadi bubuk. Bagian dari buah kakao yang digunakan untuk diolah menjadi makanan adalah bijinya. Perkembangan produksi kakao tidak diikuti dengan perbaikan mutu biji kakao, biji kakao dari perkebunan rak yak cenderung masih bermutu rendah disebabkan karena cara pengolahan yang kurang baik seperti biji kakao tidak difermentasi atau proses fermentasi yang kurang baik. Fermentasi merupakan inti…
KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI M…
RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di Provinsi Aceh beberapa tahun belakangan ini. Produksi kakao Aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. Kebanyakan kebun kakao yang ada di Aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. Pada umumnya masyarakat di Aceh mengeringkan biji k…
KEEFEKTIFAN BEBERAPA SERBUK NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA SITOPHILUS ZEAMAI…
Sitophilus zeamais Motcshulsky (Coleoptera: Curculionidae) atau disebut juga kumbang bubuk
jagung (Corn weevil) merupakan hama utama pada biji jagung di penyimpanan. Buah sirih hutan (Piper
aduncum), daun sirsak (Annona muricata L.), daun mimba (Azadirachta indica) dan daun gamal (Gliricidia
sepium) berpotensi sebagai insektisida nabati karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat
sebagai repellent, penghambat makan, dan penghambat peletakkan telur. Penelitian ini bertuj…
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERLAKUAN PENCUCIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIJ…
Tanaman kakao berkembang mulai berkembang di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tahun 1980, yang tersebar di daerah Aceh Utara, Pidie, Bireun, Aceh Timur dan Aceh barat (Dinas Perkebunan NAD, 2006). Selama ini, kebanyakanpetani kakao di Aceh tidak melakukan fermentasi dan pencucian pada biji kakao sehingga mutu biji kakao yang dihasilkan rendah.mutu biji kakao dipengaruhi oleh banyak faktor, namun faktor yang paling menentukan adalah proses fermentasi. Menurut Affandi (2008…
PEMANFAATAN PANAS BUANG KETEL UNTUK PROSES PENGERINGAN BIJI PALA
Kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah penghasil pala terbesar di provinsi Aceh saat ini yang mencapai produksi 4,923 ton pada tahun 2008. Hasil pala disuling dengan menggunakan ketel peyulingan minyak pala dengan bahan bakar kayu.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar panas yang bisa dimanfaatkan oleh alat penukar panas untuk proses pengeringan serta berapa lama waktu yang dibutuhkan alat pengering untuk mengeringkan biji pala. Metode Penelitian ini adalah Pe…
PERENCANAAN SISTEM PENGERING BIJI COKLAT DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI RUMAH KACA
Proses pengeringan biji coklat secara traclisional yaitu penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas lantai semen atau diatas kertas plastik ditempat terbuka. Kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu jika penjemuran dilakukan cliatas lantai semen atau diatas kertas plastik, temperatur yang diterima oleh biji coklat tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawa…