Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PENGARUH METODE DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA COCO…

Yuliana

Di Nanggroe Aceh Darussalam tanaman kakao baru berkembang dengan pesat pada tahun l980-an, yang tersebar di daerah Aceh Utara. Pidie, Bireuen Aceh Timur dan Aceh Barat. Luas areal tanaman kakao dan produksinya setiap tahun cenderung meningkat. terutama dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2005 total areal tanaman kakao di Aceh 26.908 Ha. sedangkan 2006 meningkat mencapai 38.434 Ha dengan daya produksi 14.866 ton dengan rata-rata produktivitasnya …

SIMULASI PENGERING BIJI KOPI DENGAN MIKROKONTROLER ATMEGA 328P

FEBRIAN MAULANA

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan terpenting di Indonesia. Potensi untuk menghasilkan tanaman kopi sangat tinggi karena luasnya perkebunan di Indonesia. Di beberapa negara pengimpor kopi, berbagai olahan kopi dari Indonesia muncul sebagai produk yang paling diminati. Pada pengeringan biji kopi, dibutuhkan untuk mengurangi kadar air biji kopi sebesar 12,5%. Penelitian ini menggunakan mikrokontroler ATMega 328p untuk melakukan simulasi pengering biji kopi. Data yang dipakai untuk s…

PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN PENAMBAHAN NATRIUM KARBONAT (NA2COJ) TERHADAP MU…

Rahmat Danil Syahputra

RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan terutama untuk diolah menjadi bubuk. Bagian dari buah kakao yang digunakan untuk diolah menjadi makanan adalah bijinya. Perkembangan produksi kakao tidak diikuti dengan perbaikan mutu biji kakao, biji kakao dari perkebunan rak yak cenderung masih bermutu rendah disebabkan karena cara pengolahan yang kurang baik seperti biji kakao tidak difermentasi atau proses fermentasi yang kurang baik. Fermentasi merupakan inti…

KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI M…

Ikram

RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di Provinsi Aceh beberapa tahun belakangan ini. Produksi kakao Aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. Kebanyakan kebun kakao yang ada di Aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. Pada umumnya masyarakat di Aceh mengeringkan biji k…

KAJIAN PEMBUATAN ES KRIM SANTAN KELAPA DENGAN PERBANDINGAN BUAH JAMBU BIJI (P…

NOVILIA RAMADHANI

Es krim merupakan makanan yang banyak disukai oleh berbagai kalangan. Es krim pada umumnya menggunakan susu sapi sebagai sumber lemak dan protein. Namun, sebagian orang tidak mengkonsumsi susu sapi karena menghindari lemak jenuh dan laktosa. Salah satu bahan yang dapat menggantikan susu yaitu santan kelapa karena mengandung lemak dan protein, bernilai ekonomis, serta sangat mudah didapat. Upaya mencegah es krim cepat meleleh perlu digunakan stabilizer. Salah satu stabilizer yaitu CM…

KEEFEKTIFAN BEBERAPA SERBUK NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA SITOPHILUS ZEAMAI…

RIDHA CHAIRUNNISA

Sitophilus zeamais Motcshulsky (Coleoptera: Curculionidae) atau disebut juga kumbang bubuk jagung (Corn weevil) merupakan hama utama pada biji jagung di penyimpanan. Buah sirih hutan (Piper aduncum), daun sirsak (Annona muricata L.), daun mimba (Azadirachta indica) dan daun gamal (Gliricidia sepium) berpotensi sebagai insektisida nabati karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat sebagai repellent, penghambat makan, dan penghambat peletakkan telur. Penelitian ini bertuj…

PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERLAKUAN PENCUCIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIJ…

Fitri Muliati

Tanaman kakao berkembang mulai berkembang di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tahun 1980, yang tersebar di daerah Aceh Utara, Pidie, Bireun, Aceh Timur dan Aceh barat (Dinas Perkebunan NAD, 2006). Selama ini, kebanyakanpetani kakao di Aceh tidak melakukan fermentasi dan pencucian pada biji kakao sehingga mutu biji kakao yang dihasilkan rendah.mutu biji kakao dipengaruhi oleh banyak faktor, namun faktor yang paling menentukan adalah proses fermentasi. Menurut Affandi (2008…

PEMANFAATAN PANAS BUANG KETEL UNTUK PROSES PENGERINGAN BIJI PALA

Yusrizal

Kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah penghasil pala terbesar di provinsi Aceh saat ini yang mencapai produksi 4,923 ton pada tahun 2008. Hasil pala disuling dengan menggunakan ketel peyulingan minyak pala dengan bahan bakar kayu.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar panas yang bisa dimanfaatkan oleh alat penukar panas untuk proses pengeringan serta berapa lama waktu yang dibutuhkan alat pengering untuk mengeringkan biji pala. Metode Penelitian ini adalah Pe…

PERENCANAAN SISTEM PENGERING BIJI COKLAT DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI RUMAH KACA

Saifully

Proses pengeringan biji coklat secara traclisional yaitu penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas lantai semen atau diatas kertas plastik ditempat terbuka. Kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu jika penjemuran dilakukan cliatas lantai semen atau diatas kertas plastik, temperatur yang diterima oleh biji coklat tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawa…

PENGARUH EKSTRAK BIJI PUTAT AIR (BARRINGTONEA RACEMOSA) TERHADAP TUBULUS SEMI…

dr. Hanny Ayudhia Wulandari

Asap rokok mengandung senyawa radikal bebas yang akan menyebabkan gangguan reproduksi berupa disfungsi ereksi, penurunan kuantitas sperma, gangguan spermatogenesis dan menyusutnya diameter lumen tubulus seminiferus testis. Ekstrak biji putat air (Barringtonia racemosa) mengandung antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji putat air (Barringtonia racemosa) terhadap jumlah sel spermatogeneik dan histomorfometri tubulus seminiferus …

  • Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh - 2023
  • Baca Selengkapnya



    SERVICES DESK