PERBANDINGAN KEAKURATAN MODEL LABA PERMANEN, TRANSITORI DAN AGREGAT DALAM MEM…
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai perbandingan keakuratan model laba permanen, transitori, dan laba agregat dalam memprediksi laba masa depan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa yang terdaftar di BEJ yang beriumlah 109 perusahaan. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode penyampeian bersasaran dan diperoleh sebanyak 46 perusahaan dengan periode 2001 -2004. Pengujian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan …
PENGGANTIAN AGREGAT KASAR SECARA PARSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT MEKAN…
Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari dan meneliti pengaruh agregal buatan keramik dan kaca terhadap sifat mekanis beton. Dewasa ini eksploitasi terhadap material galian C' cenderung meningkat secara signifikan sehingga efek negatifdari hal tersebut mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti terjadinya erosi dan penurunan permukaan sungai disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagai suatu varian beton alternatifyang bertujuan untuk mereduksi penggunaan m…
PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN, AGREGAT HALUS, DAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEK…
ABSTRAK
SNI 03-6468-2000 mendefinisikan beton mutu tinggi sebagai beton yang mempunyai kuat tekan yang disyaratkan lebih besar sama dengan 41,4 MPa. Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan penambahan atau mensubstitusikan bahan lain kedalam campuran beton. Pada penelitian ini, peneliti mensubstitusikan semen, agregat halus, dan agregat kasar pada campuran beton mutu tinggi dengan fly ash batu bara, cangkang sawit, pasir pozzolan, serta menambahkan nanomaterial bijih besi sebagai fill…
- Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh - 2017
- Baca Selengkapnya
PENGGUNAAN AGREGAT KASAR YANG BERBEDA NILAI ABRASI DENGAN PERSENTASE CAMPURAN…
ABSTRAK
Keausan agregat dalam campuran aspal beton mutlak diperlukan, agar mampu menahan beban akibat gesekan kendaraan selama umur rencana jalan. Salah satu persyaratan agregat yang digunakan harus bernilai abrasi lebih kecil dari 40%. Tujuan dilakukan penelitian terhadap pencampuran agregat kasar berbeda abrasi dengan quarry berbeda ini adalah untuk meningkatkan kekuatan material perkerasan jalan melalui upaya mengurangi nilai abrasi agregat kasar yang masih memenuhi persyaratan spesifik…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT M…
Pada pertengahan tahun 1970-an lapis perkerasan di Indonesia sudah mulai menggunakan campuran aspal. Lapisan perkerasan aspal konstruksi jalan pada umumnya menggunakan aspal panas (hot mix) baik pada pekerjaan berskala kecil maupun besar. Namun dalam pekerjaan berskala kecil dirasa kurang efisien menggunakan hot mix karena hot mix tidak dapat diproduksi dalah jumlah kecil. Selain menggunakan hot mix, dapat pula menggunakan campuran aspal emulsi dingin (CAED). CAED menggunakan aspal emulsi seb…