ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT M…
Pada pertengahan tahun 1970-an lapis perkerasan di Indonesia sudah mulai menggunakan campuran aspal. Lapisan perkerasan aspal konstruksi jalan pada umumnya menggunakan aspal panas (hot mix) baik pada pekerjaan berskala kecil maupun besar. Namun dalam pekerjaan berskala kecil dirasa kurang efisien menggunakan hot mix karena hot mix tidak dapat diproduksi dalah jumlah kecil. Selain menggunakan hot mix, dapat pula menggunakan campuran aspal emulsi dingin (CAED). CAED menggunakan aspal emulsi seb…
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN MENGGUNAKAN AGREGAT GRADASI RAPAT …
Penggunaan campuran aspal panas (hot mix) dalam jumlah sedikit dianggap kurang efisien karena memerlukan suhu tertentu untuk penghamparan dan pemadatannya, oleh karena itu untuk pekerjaan pemeliharaan seperti patching dapat menggunakan alternatif lain yaitu campuran aspal emulsi dingin (CAED) yang tanpa suhu tertentu dan pemadatan yang dapat ditunda. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kadar aspal residu optimum (KARO), mengetahui karakteristik CAED menggunakan agregat bergadasi…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT D…
ABSTRAK
Kekuatan suatu jalan sangat dipengaruhi oleh kualitas konstruksi perkerasan jalan yang dilaksanakan. Salah satu material pada perkerasan jalan adalah aspal. Campuran aspal yang biasa digunakan adalah campuran aspal panas (hotmix) yang memerlukan pengontrolan suhu karena memiliki sifat viskositas/kekentalan yang sangat dipengaruhi oleh temperatur. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis tentang aspal emulsi dan campuran aspal emulsi dingin (CAED) karena tidak terpengaruh oleh…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT D…
Perkerasan jalan merupakan campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Lapisan perkerasan berfungsi untuk menahan beban roda dan lapisan yang kedap air sehingga air yang jatuh diatasnya tidak meresap kelapisan dibawahnya dan melemahkan lapisan-lapisan tersebut. Bahan dan material pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat sebagai material utama yang berpengaruh terhadap daya dukung lapisan permukaan jalan dan aspal sebagai bahan pengikat …
KAJIAN PARAMETER MARSHALL UNTUK CAMPURAN ASPAL BETON (AC-BC) MENGGUNAKAN MATE…
ABSTRAK
Agregat kasar dan agregat halus selama ini banyak digunakan material yang berasal dari sungai, untuk menggantikan batu sungai sebagai agregat maka digunakan material yang berasal dari batu basalt. Dalam penelitian ini penggunaan material basalt sebagai agregat halus dalam campuran divariasikan dengan abu kiln. Dari permasalahan ini, perlu dikaji mengenai parameter Marshall beton aspal dengan menggunakan material basalt dengan variasi agregat halus abu kiln. Tujuan dari penelitian i…
UJI KUAT TEKAN BATA BETON DENGAN CAMPURAN KERTAS DAN ABU SEKAM
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kertas dan abu sekam terhadap kuat tekan bata beton sehingga menghasilkan bata yang memiliki nilai ekomonis dan kuat tekan struktural berdasarkan SNI 03-0348-1989 tentang Mutu dan Cara Uji Bata Beton. Penelitian dilakukan di Laboratorium Konstuksi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Komposisi campuran bata kertas terdiri dari semen, bubuk kertas, abu sekam dan air. Benda uji yang digunakan sebanyak…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) TANPA DAN DENGAN T…
Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) diperlukan sebagai salah satu alternatif dalam pemeliharaan rutin jalan dimana volume pengerjaan yang relatif kecil dan ekonomis sesuai kebutuhan pengerjaan serta tidak tergantung dengan suhu pemadatan tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui stabilitas dan karakteristik CAED tipe CSS-1h dengan dan tanpa tundaan pemadatan selama 48 jam yang memvariasikan bahan aditif semen sebesar 1%. Penelitian ini menggunakan gradasi rapat tipe IV dengan vari…
PENGARUH PERAWATAN AWAL TERHADAP KUAT TEKAN BETON(DENGAN MENGGUNAKAN FAS 0,4)
ABSTRAK
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi bangunan, dalam hal ini beton sangat butuh dengan yang namanya perawatan beton. Perawatan beton ini dilakukan setelah beton mencapai final setting, artinya beton telah mengeras. Perawatan ini dilakukan, agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. Jika hal ini terjadi, beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi m…
UJI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-BC DENGAN KOMPOSISI AGREGAT 75% RIK…
ABSTRAK
Unsur terbesar penyusun campuran beton aspal adalah agregat, sehingga kualitas campuran beton aspal sangat ditentukan oleh kualitas agregat penyusunnya. Salah satu indikator kekuatan agregat adalah nilai abrasinya. Nilai abrasi pada lapis perkerasan aspal yang memenuhi persyaratan adalah ? 40% (SNI 03-2417-1991). Nilai abrasi agregat dari quarry Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues mendekati batas maksimal yaitu 39,7%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan campuran beton…
KAJIAN PENGARUH PERSENTASE AGREGAT KASAR BERBEDA QUARRY TERHADAP KEKUATAN ASP…
Agregat merupakan bahan campuran lapis perkerasan aspal yang memenuhi persyaratan nilai abrasi ? 40% (SNI 03-2417-1991). Berdasarkan Laporan Mix Design Formula Laston Dinas Bina Marga, nilai abrasi agregat dari quarry Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues mendekati batas maksimal yaitu 39,7%. Agregat yang memiliki nilai abrasi tinggi dan porositasnya tinggi dapat menyebabkan degradasi (penurunan) pada material perkerasan jalan. Untuk dapat memperbaiki nilai abrasi maka harus dilakukan perbaikan ag…