BENTUK PENYAJIAN DIDONG ALO PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DAN KHITANAN DIKECAM…
ABSTRAK
Kata Kunci : Bentuk Penyajian, didong alo, Pesta Perkawinan dan Khitanan
Sebagian besar masyarakat, terutama generasi muda belum memahami seluk beluk didong alo tersebut dan cara menampilkannya, mereka hanya bisa menyaksikan penampilannya saja. Di samping itu pula, didong alo ini tidak begitu dikenal atau kurang populer di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, hanya di Gayo Lues yang dikenal, salah satu faktornya adalah mereka kurang memahami fungsi dari didong alo dan bentu…
PERILAKU SUMANG DALAM KEHIDUPAN RNMASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMA…
ABSTRAK
Masyarakat Gayo pada zaman dahulu dikenal mempunyai adat istiadat yang kental
yang mengatur pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan ajaran
Agama Islam. Namun dewasa ini telah banyak terjadi perubahan sosial budaya,
masyarakat Gayo pada saat ini sudah tidak lagi mempraktikkan nilai-nilai yang
terkandung dalam adat istiadat Gayo. Hal ini dalam masyarakat Gayo disebut sebagai
perilaku sumang. Perilaku sumangadalah perilaku dan tindakan yang dilakukan
s…
PERAN MUKIM TERHADAP PELESTARIAN ADAT ISTIADAT (STUDI DI KEMUKIMAN LEUPUNG ME…
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran mukim dalam melestarikan adat istiadat
di Kemukiman Leupung Mesjid Kabupaten Aceh Besar, serta melihat kendala apa saja yang
menghambat mukim dalam menjalankan perannya melestarikan adat istiadat di Kemukiman
Leupung Mesjid Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun metode yang digunakan untuk pengumpulan data
yaitu observasi dan wawancara. …
PERSEPSI TOKOH ADAT KOTA SUBULUSSALAM TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA WALI NANGGROE
Sejak pembentukan Lembaga Wali Nanggroe, menimbulkan beragam persepsi baik yang pro dan kontra dikalangan tokoh adat, tidak terkecuali dikalangan tokoh adat Kota Subulussalam. Sejak pembentukan Wali Nanggroe tentunya ada yang menjadi permasalahan berupa persepsi tokoh adat yang pro dan kontra terhadap Lembaga Wali Nanggroe di daerah Kota Subulussalam.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi tokoh adat Kota Subulussalam terhadap pembentukan Lembaga Wali Nanggroe, serta untuk mengetah…
STUDI KOMPARASI PERAN MAJELIS ADAT ACEH DENGAN LEMBAGA WALI NANGGROE
ABSTRAK
WINDA ZULKARNAINI, STUDI KOMPARASI PERAN MAJELIS ADAT
ACEH DENGAN LEMBAGA WALI NANGGROE
2014 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Syiah Kuala (vii, 64), pp., bibl., app.
(Dr. Syarifuddin Hasyim, S.H, M.Hum dan Dr.
Effendi Hasan, M.A)
Provinsi Aceh merupakan daerah istimewa dan daerah otonomi khusus yang
dikenal mengedepankan adat dan budaya. Otonomi di Aceh dijalankan dengan
berlandaskan pelaksanaan adat dan budaya, sehingga dibentuklah lembaga adat yang
berfung…
PENGARUH TUNDAAN PEMADATAN 24 JAM TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DING…
Campuran aspal emulsi dingin (CAED) cocok digunakan untuk pemeliharaan rutin seperti pekerjaan patching (penambalan lubang) pada jalan karena proses pengerjaannya relatif lebih mudah dan pemadatannya juga dapat ditunda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal residu optimum (KARO), karakteristik CAED, dan untuk mengetahui pengaruh tundaan pemadatan 24 jam pada CAED. Penelitian ini menggunakan campuran emulsi bergradasi rapat tipe IV dengan variasi kadar aspal yang digunakan yait…
KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN
KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN
Oleh :
Amri Yan Sunanto
NIM. 1209200060111
Komisi Pembimbing :
1. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc.Eng
2. Dr. Ir. M. Isya, MT
ABSTRAK
Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) merupakan campuran aspal yang cocok digunakan untuk pemeliharaan rutin jalan. CAED memerlukan penguapan air untuk proses pelekatan aspal ke agregat sehingga campuran aspal ini dapat ditunda pemadatannya. Penundaan pemadatan pada CAED sejalan …
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN MENGGUNAKAN AGREGAT GRADASI RAPAT …
Penggunaan campuran aspal panas (hot mix) dalam jumlah sedikit dianggap kurang efisien karena memerlukan suhu tertentu untuk penghamparan dan pemadatannya, oleh karena itu untuk pekerjaan pemeliharaan seperti patching dapat menggunakan alternatif lain yaitu campuran aspal emulsi dingin (CAED) yang tanpa suhu tertentu dan pemadatan yang dapat ditunda. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kadar aspal residu optimum (KARO), mengetahui karakteristik CAED menggunakan agregat bergadasi…
KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATA…
Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) untuk pemeliharaan rutin jalan lebih efisien karena dapat diproduksi secara manual dalam skala kecil dan tidak tergantung pada suhu pemadatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja CAED dengan dan tanpa tundaan pemadatan. Dan juga menentukan Kadar Asapal Optimum dan nilai stabilitas. Variasi kadar aspal adalah 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan 7,5% yang didapat setelah menghitung perkiraan awal Kadar Residu Aspal (Pb), dengan gradasi yang…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) TANPA DAN DENGAN T…
Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) diperlukan sebagai salah satu alternatif dalam pemeliharaan rutin jalan dimana volume pengerjaan yang relatif kecil dan ekonomis sesuai kebutuhan pengerjaan serta tidak tergantung dengan suhu pemadatan tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui stabilitas dan karakteristik CAED tipe CSS-1h dengan dan tanpa tundaan pemadatan selama 48 jam yang memvariasikan bahan aditif semen sebesar 1%. Penelitian ini menggunakan gradasi rapat tipe IV dengan vari…