<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99941">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI SKOR SOKAL TERHADAP RESPONS MOLEKULER MAYOR PADA PENDERITA CHRONIC MYELOID LEUKEMIA YANG MENDAPAT TERAPI NILOTINIB</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. Saddam Emir Pratama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (PPDS I) Ilmu Penyakit Dalam</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pendahuluan: Chronic Myeloid Leukemia (CML) adalah penyakit mieloproliferatif dengan peningkatan proliferasi sel induk hematopoietik seri mieloid pada berbagai stadium diferensiasi. Saat ini Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) digunakan sebagai terapi untuk pasien CML fase kronik. Nilotinib adalah TKI generasi kedua yang diberikan pada pasien CML yang gagal memberikan respons terapi pada pemberian TKI generasi pertama. Skor Sokal merupakan skor prediktor prognostik dan dapat digunakan untuk menilai respons terapi, termasuk respons molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi skor Sokal terhadap respon molekuler mayor pada penderita CML yang mendapat terapi nilotinib.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi korelatif dengan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Skor Sokal dihitung berdasarkan formula yang menggunakan usia pasien, ukuran limpa, jumlah trombosit, dan jumlah blast darah. Pemeriksaan BCR-ABL kuantitatif digunakan sebagai penanda respons molekuler mayor. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-square test dan Fisher exact test. Kedua variabel yang dianalisis dinyatakan berkorelasi apabila memiliki p-value &lt; 0,05.&#13;
Hasil: Sebanyak 15 penderita CML yang mendapat terapi nilotinib terlibat dalam penelitian ini dengan distribusi skor Sokal 10 orang (risiko rendah), 4 orang (risiko sedang), dan 1 orang (risiko berat). Respons molekuler mayor didapatkan pada 3 orang (20%) dari keseluruhan jumlah sampel. Tidak terdapat adanya korelasi antara skor Sokal dengan respons molekuler mayor pada pasien CML yang mendapat terapi nilotinib dengan nilai p value 0.604.&#13;
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara skor Sokal dengan respons molekuler mayor pada pasien CML yang mendapat terapi nilotinib&#13;
&#13;
Kata kunci: CML, skor sokal, MMR&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEUKIMIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CANCER - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.994 19</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99941</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-12 11:48:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-13 10:10:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>