<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99935">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK TANAH YANG MENGUASAI TANAH TANPA SERTIFIKAT DALAM PROSES PENGADAAN TANAH UNTUK JALAN TOL SIGLI-BANDA ACEH (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Antoni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum menjelaskan bahwa pengadaan tanah dilaksanakan harus berdasarkan beberapa asas, salah satunya asas kemanusiaan, asas keadilan, asas keikutsertaan, dan asas kesepakatan. Namun pada prakteknya yang terjadi pada pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh penerapan asas-asas tersebut masih jauh dari harapan. Hal tersebut diketahui hingga saat ini belum adanya kesepakatan dengan masyarakat mengenai harga ganti rugi yang dibayarkan oleh pemerintah. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai perlindungan hukum terhadap pemilik tanah yang tidak mempunyai sertifikat, terkait penyelesaian ganti rugi kepada tanah yang tidak memiliki sertifikat, dan penerapan asas yang harus dijadikan dasar pemerintah dalam proses pengadaan tanah, &#13;
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian empiris, yang mengkaji ketentuan hukum positif dan kontak secara faktual kepada setiap peristiwa tertentu yang terjadi dalam masyarakat. &#13;
Hasil penenelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap tanah yang tidak memiliki sertifikat adalah dengan kepengurusan surat tanah baik itu sporadik, surat keterangan, atau akta jual beli (AJB) ke sertifikat. Berdasarkan hasil penelitian penyelesaian ganti rugi terkait tanah yang tidak memiliki sertifikat tetap ke jalur peradilan. Penerapan asas kemanusiaan, asas keadilan, asas keikutsertaan, dan asas kesepakatan yang masih jauh dari harapan berdasarkan keterangan masyarakat. &#13;
Disarankan kepada setiap proses dalam pengadaan tanah selalu menerapkan asas kemanusiaan, asas keadilan, asas keikutsertaan, dan asas kesepakatan agar tidak adanya pihak yang merasa dirugikan. Masyarakat untuk segera melakukan kepengurusan surat tanah ke sertifikat untuk menguatkan alas hak tanah tersebut. Jasa penilai publik agar lebih terbuka dan transfaran agar timbulnya rasa percaya masyarakat terhadap nilai yang di tafsir tersebut. &#13;
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pengadaan Tanah, Ganti Rugi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PROPERTY LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.04</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99935</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-11 15:10:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-12 15:54:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>