<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99927">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA HERI KE – 14 PENYEMBUHAN LUKA (STUDI PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS))</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAERUNISA DESTIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteraan Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka merupakan tanda jaringan tubuh manusia mengalami kerusakan. Proses penyembuhan luka meliputi fase hemostasis, inflamasi, proliferasi dan maturasi. Alga merah (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu tanaman herbal yang berpotensi sebagai antibakteri pada penyembuhan luka karena memiliki kandungan asam fenolik, flavonoid dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) pada jumlah sel fibroblas hari ke – 14 terhadap penyembuhan luka. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan lalu diberi perlukaan di gingiva labial rahang bawah. Daerah luka diaplikasikan gel ekstrak alga merah 2,5%, 5%, 10%, dan gel akuades secara topikal dua kali sehari pada pagi hari pukul 08.00 dan sore hari pukul 16.00  selama 14 hari. Setiap kelompok dieutanasia pada hari ke – 14, kemudian jaringan luka diamati secara histopatologi. Hasil Penelitian ini menunjukkan jumlah fibroblas pada kelompok gel ekstrak alga merah 2,5% mendapatkan hasil rerata 12,91,5, kelompok gel ekstrak 5% medapatkan hasil rerata 13,91,1, kelompok gel ekstrak 10% mendapatkan hasil rerata 14,91,8, sedangkan kelompok gel kontrol akuades mendapatkan hasil rerata 11,92,2. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pada kelompok perlakuan gel ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) konsentrasi 2,5% jumlah sel fibroblas 12,9±1,5 dan pada konsentrasi 5% didapatkan jumlah sel fibroblas sebanyak 13,9±1,1 yang menunjukkan hasil tidak berbeda secara signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas pada hari ke – 14 penyembuhan luka dan pada kelompok perlakuan gel ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) konsentrasi 10% didapatkan jumlah sel fibroblas sebanyak 14,9±1,8 dan pada kelompok kontrol gel akuades didapatkan jumlah sel fibroblas sebanyak 11,9±2,2. Perbedaan signifikan terlihat  pada kelompok gel ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) konsentrasi 10% terhadap kelompok kontrol.&#13;
Kata kunci : Penyembuhan luka, Fase Proliferasi, Gracilaria verrucosa, Ekstrak Alga Merah, Fibroblas.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOUNDS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99927</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-28 22:51:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 11:14:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>