STRATEGI KEPALA UPTD DALAM MENANGGULANGI ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN SIMPANG MAMPLAM KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STRATEGI KEPALA UPTD DALAM MENANGGULANGI ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN SIMPANG MAMPLAM KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

DERY ADILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yusrizal - 195212311982031020 - Dosen Pembimbing I
Khairuddin - 195903111985031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1709200050021

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S2)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

STRATEGI KEPALA UPTD DALAM MENANGGULANGI ANAK
PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN SIMPANG MAMPLAM KABUPATEN BIREUEN

Oleh : Dery Adila
NPM :1709200050021

Komisi Pembimbing :
1. Prof. Dr. Yusrizal, M. Pd.
2. Dr. Khairuddin, M. Pd.


ABSTRAK

Pemerintah daerah dapat mensosialisasikan kebijakan - kebijakan strategis terutama dibidang pemerataan dan perluasan akses, misalnya subsidi pendidikan gratis, penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), program wajib belajar 12 tahun. Realita dilapangan yang didapatkan pada saat penelitian, kepala UPTD sebagai penanggung jawab mempunyai beberapa strategi program unggulan yang sesuai dengan kearifan lokal di wilayah kerja setempat, dimulai dari penyusunan perencanaan menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Adapun teknik pengumpulan data melalui : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi : kepala UPTD dan anak putus sekolah dan dari hasil penelitian di UPTD DISDIK Kecamatan Simpang Mamplam juga menjalin kerjasama dengan desa-desa berupa sosialisasi dan penyediaan taman baca atau perpustakaan dalam rangka memberikan pemahaman dan motivasi kepada masyarakat. Kendala yang ditemui dalam penanggulangan anak putus sekolah di Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen antara lain, Kondisi anak yang tidak dan putus sekolah karena perhatian orang tua yang kurang dan faktor budaya serta kurangnya perhatian dapat disebabkan karena rendahnya kesadaran orang tua tentang arti penting pendidikan. Faktor budaya yang dimaksudkan adalah adanya pandangan yang kurang tepat pendidikan yaitu, pendidikan belum tentu menjamin kehidupan yang lebih layak. Sebab, banyak anak-anak tidak memiliki latar belakang pendidikan tetapi dapat hidup layak, sehingga program ini menjadi tidak efektif dan efisien.
Kata Kunci: Strategi, Menanggulangi, Anak Putus Sekolah.

STRATEGIES OF THE HEAD OF REGIONAL TECHNICAL IMPLEMENTATION UNIT (UPTD) IN DEALING WITH DROPOUT STUDENTS IN SIMPANG MAMPLAM SUBDISTRICT IN BIREUEN REGENCY ABSTRACT (Dery Adila) Local governments can disseminate strategic policies, particularly in equity and access expansion, for example, free education subsidies, distribution of School Operational Assistance (BOS) funds, and the 12-year compulsory education program. The field study results revealed that the head of the Regional Technical Implementation Unit (UPTD), as the person in charge, had several excellent program strategies in line with the local culture in the area. The program started from preparing plans for dealing with dropouts in Simpang Mamplam Subdistrict in Bireuen Regency. Furthermore, the UPTD of Education Agency of the Simpang Mamplam Subdistrict also collaborated with villages in socializing and providing reading centers or libraries to improve community understanding and motivation. The challenges encountered in dealing with dropout students include children who did not attend and drop out of school due to lack of parental attention and cultural factors. The lack of attention can be caused by the low awareness of parents about the importance of education. The cultural factor may come from the view that education does not necessarily guarantee a more decent life. Such a view may come from their observation that many children who do not have an educational background can have a decent life. As a result, this program became ineffective and inefficient. Keywords: Strategy, dealing, dropout student

Citation



    SERVICES DESK