<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99882">
 <titleInfo>
  <title>UJI EKSTRAK METANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII (L.) SPRENG.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurdila Azana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolesterol merupakan zat alamiah yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang normal. Namun, dalam jumlah yang berlebihan kolesterol dapat membahayakan tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner dan stroke. Daun kari (Murraya koenigii (L.) Spreng.) biasanya digunakan sebagai rempah dalam makanan memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid sehingga diduga memiliki aktivitas sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol daun kari dan uji aktivitas  ekstrak metanol daun kari terhadap penurunan kadar kolesterol secara in vitro. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut metanol. Analisis aktivitas penurunan kadar kolesterol secara in vitro dilakukan dengan dua metode yaitu Lieberman-Burchard dengan membuat variasi konsentrasi ekstrak metanol daun kari 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm dan 100 ppm. Metode lain yang digunakan yaitu Zack menggunakan reagen FeCl3 dengan membuat seri konsentrasi ekstrak metanol daun kari 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm dan 150 ppm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak metanol daun kari berbanding lurus dengan kadar kolesterol dalam ekstrak pada kedua metode, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun kari tidak memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro.&#13;
&#13;
Kata kunci : Daun kari (Murraya koenigii (L) Spreng), Kolesterol, Lieberman-Burchard, Zack&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99882</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-25 10:39:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-25 10:57:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>