<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99862">
 <titleInfo>
  <title>SIKAP PEMERINTAH ACEH DALAM MERESPON PENOLAKAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PENANGANAN COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD REZA PAHLEWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vaksinasi COVID-19 adalah langkah yang dianggap sangat efektif untuk menghambat penularan virus Corona, yang mana virus Corona memiliki tingkat penyebaran dan kematian yang tinggi. oleh karena itu pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 dilakukan secara gratis/tanpa biaya apapun yang harus ditanggung masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanggulangan terhadap Pandemi COVID-19 yang memiliki dampak secara signifikan khususnya terhadap perekonomian dan kesehatan yang berkepanjangan. Namun, upaya dalam penanganan Pandemi COVID-19 ini terdapat penolakan khususnya di Provinsi Aceh terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sikap politik Pemerintah Aceh dalam merespon penolakan masyarakat Aceh terhadap kebijakan vaksinasi COVID-19 melalui kebijakan ataupun program-program yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat Aceh terhadap vaksinasi COVID-19. Penelitian ini menggunakan teori Kebijakan Publik dan konsep Sikap Politik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Aceh telah merespon penolakan masyarakat dengan memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat Aceh dan memberikan sanksi administratif terhadap masyarakat yang tidak melakukan vaksinasi COVID-19. Dalam hal ini Pemerintah Aceh diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan sebagai respon terhadap penolakan vaksinasi dalam masyarakat Aceh khususnya terhadap program sosialisasi vaksinasi COVID-19. Hal ini supaya sosialisasi yang dilakukan kedepannya dapat terlaksana dengan lebih baik di masyarakat Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99862</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-22 11:28:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-22 14:36:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>