<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99855">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEXMEDETOMIDINE DAN FENTANYL SEBAGAI PROFILAKSIS EMERGENCE AGITATION PADA ANAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sardimon</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pencegahan dan tatalaksana Emergence Agitation (EA) merupakan suatu hal kompleks dan penting untuk keselamatan dan kepuasan pasien. Hingga saat ini, belum ada standar baku untuk pelayanan anestesi untuk mencegah terjadi EA. Berbagai upaya selama fase intraoperatif dapat dilakukan untuk mengurangi insidensi EA, seperti pemberian obat-obatan selama induksi dan pemeliharaan anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas dexmedetomidine 0,25mcg/kgBB,  fentanyl 1mcg/kgBB dan placebo dalam mengurangi insidensi emergence agitation pada anak di instalasi bedah sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental posttest only three groups. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh pasien anak usia 7-16 tahun yang menjalani prosedur general anesthesia di kamar operasi elektif RSUDZA. Subjek penelitian yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok plasebo (kontrol), kelompok fentanyl 1mcg/kgBB dan kelompok dexmedetomidine dosis 0,25mcg/kgBB. Hasil Penelitian: Dari 53 sampel yang menjalani oeprasi elektif area kepala dan leher usia 7-16 tahun hanya 39 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Berdasarkan karakteristik subjek penelitian tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ketiga kelompok baik dari jenis kelamin, ASA, usia, dan durasi anestesi. Terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel emergence agitation, durasi emergence dan durasi di PACU di ketiga kelompok penelitian (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-22 10:16:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-22 11:17:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>