<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99768">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FIKRI RAHMADSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
MUHAMMAD&#13;
FIKRI&#13;
RAHMADSYAH, &#13;
          2022 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
(Dr. Muhammad Insa Ansari, S.H., M.H.).&#13;
Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 59/&#13;
Pdt.Sus-Pailit/ 2019/ PN.Niaga.Jkt.Pst., merupakan putusan yang memutus permohonan&#13;
kepailitan yang diajukan PT Nasional Jaya Elektronik kepada Eriek Houston. Dalam&#13;
putusannya, Majelis Hakim telah memutus menolak permohonan kepailitan ini. Akan&#13;
tetapi, berdasarkan fakta hukum dalam persidangan dan sumber hukum kepailitan di&#13;
Indonesia yaitu Pasal 1238 KUH Perdata, yurisprudensi, doktrin, dan hukum kebiasaan&#13;
dalam masyarakat, mengharuskan permohonan kepailitan ini untuk dikabulkan.&#13;
Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan&#13;
pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan ini yang bertentangan dengan sumber&#13;
hukum kepailitan di Indonesia, serta untuk mengetahui dan menjelaskan apakah dalam&#13;
putusan Majelis Hakim yang memutus permohonan ini telah memuat asas keadilan, asas&#13;
kepastian hukum, dan asas kemanfaatan.&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah yuridis normatif,&#13;
dengan melakukan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan, pendekatan&#13;
konseptual, dan pendekatan kasus. Adapun teknik pengumpulan data dalam studi kasus&#13;
ini dilakukan dengan studi kepustakaan, yang ditujukan untuk memperoleh bahan-bahan&#13;
hukum yang memiliki kaitannya dengan rumusan masalah dalam studi kasus ini.&#13;
Hasil penelitian terhadap putusan permohonan kepailitan ini, dapat dibuktikan&#13;
bahwa utang dari Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit telah jatuh waktu dan dapat&#13;
ditagih, serta Termohon Pailit dapat dibuktikan memiliki dua kreditor yaitu Pemohon&#13;
Pailit dan Abdul Harris Fadillah. Dengan demikian, Termohon Pailit telah memenuhi&#13;
syarat untuk dinyatakan pailit berdasarkan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (4)&#13;
Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004. Kemudian, pada Undang-Undang Nomor 37&#13;
Tahun 2004 tidak ditemukan adanya pengaturan mengenai cara penentuan jatuh waktu&#13;
utang yang telah dapat ditagih, sebagaimana yang telah diatur dalam sumber hukum&#13;
kepailitan di Indonesia. Sehingga dikarenakan Majelis Hakim tidak melakukan penafsiran&#13;
dan pertimbangan hukum lebih lanjut terhadap seluruh fakta hukum dalam persidangan&#13;
dan sumber hukum kepailitan di Indonesia, mengakibatkan putusan permohonan&#13;
kepailitan ini, dinilai tidak memuat tujuan hukum yaitu asas keadilan, kepastian hukum,&#13;
dan kemanfaatan.&#13;
Disarankan kepada Majelis Hakim untuk dapat melakukan penafsiran dan&#13;
pertimbangan hukum terhadap seluruh fakta hukum dan sumber hukum kepailitan di&#13;
Indonesia, serta mendasari putusannya pada tujuan hukum. Kemudian, diharapkan dalam&#13;
Undang-Undang Kepailitan terdapat aturan mengenai cara menentukan jatuh waktu utang&#13;
yang telah dapat ditagih, agar tercipta penegakan hukum sesuai dengan tujuan hukum. &#13;
STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NIAGA PADA&#13;
PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT NOMOR&#13;
59/PDT.SUS-PAILIT/2019/PN.NIAGA.JKT.PST.&#13;
TENTANG PENOLAKAN PERMOHONAN PAILIT&#13;
AKIBAT TIDAK DITENTUKANNYA JATUH WAKTU&#13;
DALAM PERJANJIAN KERJASAMA KONSINYASI. &#13;
Fakultas Hukum &#13;
Universitas Syiah Kuala                                               &#13;
(vii, 90) pp.,bibl.,app. &#13;
 &#13;
i&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANKRUPTCY - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.078</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>99768</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-14 22:24:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-18 14:13:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>